IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

SMP Negeri 9 Solok Selatan Terus Melangkah Menuju Sekolah Berbasis Pesantren

Usai musyawarah Selasa (7/9/2021) Sekdis Asniati, Korwil Nursiwanti, pengawas Zulbadri, Kepsek SMP N 9 Solsel, R. N. Agustin foto bersama, dan bawah Plt. Kadisdikpora, Irwandi Osmaini saat berkunjung ke sekolah itu, 27 Juli kemaren. Foto: Afrizal. A
Usai musyawarah Selasa (7/9/2021) Sekdis Asniati, Korwil Nursiwanti, pengawas Zulbadri, Kepsek SMP N 9 Solsel, R. N. Agustin foto bersama, dan bawah Plt. Kadisdikpora, Irwandi Osmaini saat berkunjung ke sekolah itu, 27 Juli kemaren. Foto: Afrizal. A
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Sedangkan Korwil Disdikpora Kecamatan Sungai Pagu, Nursiwanti, M. Pd akan siap memberi dukungan untuk terwujudkan sekolah ini menuju SUBP. Apalagi hal ini menjadi bagian dari program kerja pimpinan saat ini dibidang pembangunan pendidikan di Solok Selatan.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 9 Solsel, R. N. Agustin. M. Pd mejelaskan kesiapan sekolah yang dipimpinnya untuk mewujudkan SUBP telah jauh hari dilakukan. Mulai dari pembenahan dilingkungan sekolah, hingga melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintahan Nagari, Komite Sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah.

Bahkan secara adminitrasi, regulasi untuk terwujudkan SUBP di SMP tersebut, pihaknya telah pula mengajukan proposal persetujuan pada Bupati Solsel melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Solsel, " tambahnya.

Untuk menuju SUBP, sekolah yang memiliki siswa kelas VII sampai kelas IX sebanyak 83 orang siswa. Tercarat sebanyak 27 orang adalah siswa yang baru mendapat fasilitas di asramakan, dengan rincian sebanyak 7 orang siswa kelas VII, sebanyak 13 orang dari kelas VIII, dan sebanyak 7 orang dari siswa kelas IX.

Sementara tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah itu, 7 orang guru PNS, 4 orang guru honorer, 2 orang pegawai yang PNS, dari 4 orang pegawai, dan ditambah penjaga sekolah satu orang yang masih honorer," jelas Agustin.

Meski baru 27 orang yang di asramakan, namun secara umum sebanyak 83 orang siswa di sekolah tersebut akan memgikuti proses belajar mengajar dengan metode perpaduan kurikulum pendidikan umum dan kurikulum SUBP.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Artinya, seluruh siswa di sekolah tersebut akan mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan sebagai Sekolah Umun Berbasis Pesantren.

Masih menurut R. N. Agustin, untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran SUBP, pihaknya juga telah mempersiapkan tenaga pendidikan khusus pesantren. Artinya pihak sekolah tengah menyiapkan guru dari luar untuk mengajarkan, Tahfidz, Al-Quran dan untuk mengajar akidah akhlak," bagi semua siswa, selain mengoptimalkan tenaga guru yang ada di sekolah, "ungkapnya.

Sementara itu berbagai fasilitas sarana dan prasarana pendukung kegiatan SUBP di sekolah itu, juga sudah adanya dua asrama lengkap dengan fasilitas tempat tidur dengan kasur, karpet dengan enam MCK, satu mushallah sekolah, dan fasilitas air bersih.

Selain itu pihak sekolah juga sudah memiliki sarana pendukung pembelajaran diantaranya, sudah memiliki Wifi, Komputer 22 unit, tablet sebanyak 31 unit. Bahkan pemantau kondisi sekitar sekolah juga sudah ada CCTV, " jelas Agustin. AA

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH