IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Siapkan Pemimpin Masa Depan, Gubernur Sumbar: Silek Perlu Dikembangkan di Setiap Jorong

Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam penutupan Silek Atrs Festival (SAF) Sumbar tahun 2021, Balerong Pasaman Barat, Selasa malam (31/08/2021).
Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam penutupan Silek Atrs Festival (SAF) Sumbar tahun 2021, Balerong Pasaman Barat, Selasa malam (31/08/2021).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

SIMPANG AMPEK - Pengetahuan, dan ekosistem Silek sebagai salah satu akar dan produk kebudayaan di Minangkabau menjadi sangat penting dibangkitkan kembali di tengah masyarakat nagari, dan jorong dengan berbagai macam pengembangan, dan kajian. Dimana silek adalah milik masyarakat Minangkabau dan Sumatera Barat (Sumbar) yang harus dilestarikan.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam penutupan Silek Atrs Festival (SAF) Sumbar tahun 2021, Balerong Pasaman Barat, Selasa malam (31/08/2021).

Gubernur Sumbar mengatakan, Silek juga dapat menjadi sarana dalam pendidikan karakter bagi generasi muda. Selain itu, Silek juga sebagai upaya dalam mewujudkan ketahanan dalam mewujudkan masyarakat yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Setiap nagari bahkan jorong diharapkan melestarikan Silek ini sebagai pendidikan karakter generasi muda, sebelum merantau, dan mengembangkan diri di berbagai sektor pembangunan, sebagai budi pekerti kecerdasan, dan sopan santun," ajak Mahyeldi.

Mahyeldi juga katakan, walaupun jumlah penduduk Sumbar hanya 4 persen namun kontribusi para tokoh Sumbar lebih banyak dari daerah lain dalam keikutsertaan pejuang kemerdekaan republik Indonesia, dan pejuang sebelum kemerdekaan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Menurut catatan sejarahwan, ada lebih 2 ribuan para tokoh pejuang asal Sumbar memberikan kontribusi dalam memajukan Indonesia. Semua itu juga bahagian bukti pendidikan surau, dan ajaran silek serta juga komunikasi di lapau telah melahirkan banyak tokoh yang berkharisma dari jorong dan nagari di Sumbar masa lalu terhadap penyiapan para tokoh nantinya dari generasi muda di ranah minang," ungkapnya.

Mahyeldi atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar memberikan apresiasi, dan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak, dan Panitia Pelaksana SAF Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, dan Dinas yang membidangi urusan kebudayan di Kab/Kota serta para tim curator, dan produksi yang telah melaksanakan kegiatan ini dari tanggal 21 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2021 dengan cara hybrid (daring dan luring).

"Silek Arts Festival yang sudah dilaksanakan selama 10 hari akan kita tutup secara resmi nantinya. Silek Arts Festival merupakan sebuah program yang mengangkat jati diri silek dan menggali kembali nilai-nilai yang tersimpan di dalamnya sebagai sebuah rumusan dari seluruh pengetahuan dan pemahaman leluhur Minangkabau. Kegiatan ini, merupakan kali ketiga pelaksanaannya bekerja sama dengan platform Indonesiana Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI," ujarnya.

Ia juga katakan, melalui Kegiatan SAF ini, kita berharap dapat menumbuhkan, dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk melestarikan, mengkaji, dan mengembangkan silek sebagai suatu Warisan Budaya Dunia yang sudah ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2019.

"Dengan tagline "Basilek di Ujuang Karih, Mamancak di Mato Padang". Fiilosofi ini menggambarkan pribadi masayarakat Minangkabau yang arif, dan bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi dalam menjalani kehidupan yang tentunya dalam kerangka adaik basandi syara, syara basandi Kitabullah," katanya

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH