PADANG PANJANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang menargetkan dapat masuk nominasi 10 besar dalam ajang Innovative Government Award (IGA) tahun 2021 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) Kelitbangan di Aula Bappeda, Selasa (31/8). Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, A.P., M.Si., didampingi Asisten III Setdako, Martoni, S.Sos., M.Si., dan dihadiri seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sekdako Sonny mengungkapkan, pada IGA 2020, Kota Padang Panjang berhasil masuk dalam posisi 20 besar dengan total 55 Inovasi dan total skor indeks kematangan 1.694.
"Pada penyelenggaraan IGA 2021 ini, Kota Padang Panjang telah menginput data 68 inovasi dengan total skor indeks kematangan 4.366, dan masih ada inovasi lainnya yang belum diinput. Ini akan menjadi data tambahan untuk diikutsertakan pada penyelenggaraan IGA 2021," ungkapnya.
Sonny mengatakan, inovasi ini tujuannya untuk bisa memberikan pelayanan terbaik dan optimal pada masyarakat. Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kemendagri juga memberikan penghargaan kepada daerah yang masuk dalam nominasi 10 besar IGA.
Untuk itu, Sekdako Sonny mendorong masing-masing OPD untuk membuat sebanyak-banyaknya inovasi untuk didaftarkan pada IGA 2021.
"Tolong ini dipacu, dan dimanfaatkan waktu yang ada untuk mendapatkan hasil maksimal dalam IGA 2021 ini. Kepada Bappeda tolong nanti berikan atensi ke OPD yang ada kendala dalam menginput ini. Walaupun sudah ada diberikan pendampingan, tolong ditingkatkan lagi. Minimal kita targetkan 100 skornya per aplikasi dan inovasi," harapnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda, Rusdianto, SIP., M.M., menjelaskan, setiap inovasi memiliki bobotnya masing-masing. Sehingga meskipun menginput data inovasi dalam jumlah banyak, tapi bisa saja nilai indeksnya lebih rendah.
"Kota Padang Panjang dengan menginput 68 data inovasi nilai indeksnya 4.366. Sedangkan nilai indeks yang ditargetkan untuk tahun ini sebanyak mungkin, sehingga bisa masuk 10 besar dan mendapatkan DID dari pemerintah pusat," katanya.
Editor : Berita Minang






