"Silek ini sudah mulai dilupakan oleh generasi kita. Mengingat hal itu, kita bangkitkan kembali harapan silek yang disukai oleh generasi muda dahulu. Apalagi Pemda Pasbar setuju untuk hal itu"ujarnya.
Lanjutnya, supaya di berbagai daerah bisa mendorong kurikulum silek dimasukkan ke dalam muatan lokal.
Baca juga: Dekan FBS UNP Buka Talkshow "Kompas Maba", Bekali Peserta Pengalaman Organisasi dan Prestasi
"Dan Bupati Pasbar setuju, sehingga nilai budaya terutama silek bisa kita lestarikan,"katanya.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kegiatan yang digelar di tengah pandemi Covid-19 ini, diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat yang didukung dengan rapid tes di lokasi acara."Pada kegiatan ini, kita menghadirkan peserta dari dua kabupaten, yakni Pasaman dan Pasbar. Semoga kegiatan ini memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan," katanya. (Rel/Je)
Editor : Berita Minang






