PAINAN - Pengadaan pakaian dinas dan pin emas (atribut) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesisir Selatan (Pessel) yang berjumlah sebesar Rp 1,57 M lebih ini, ditanggapi serius Ketua DPRD Pessel, Ermizen.
Ia menegaskan, pihaknya tidak main-main dengan penggunaan anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) meskipun pembelian pakaian dinas dan pin emas legislatif menghabiskan anggaran Rp1 miliar lebih. Bahkan katanya, DPRD Pesisir Selatan sudah menekan anggaran pembelian pakaian dinas, dan pin emas tersebut serendah mungkin.
"Kami sudah paling rendah pakai anggaran, soalnya sekarang recofusing. Malah (anggaran) kami yang paling bawah untuk pengadaan ini, jadi kami tidak main-main," katanya dilansir dari Katasumbar, Kamis (26/08/2021) siang.
Ermizen menjelaskan, khusus pengadaan pin emas pembahasan anggarannya sudah dilakukan sejak awal masa jabatan.
"Kami kan dilantik dapat pin, namun baru diberikan setelah 2 tahun mejabat. Nah, saat periode awal masa jabatan harga emas sedang naik, makanya disatukan dengan anggaran pakaian dinas sekarang," jelas dia.
"Jadi karena tahun ini digabung dengan pin, makanya jadi besar," ujar Ermizen.
Intinya, sebut Ermizen, anggaran pengadaan itu tidak dilihat secara satuan, sebab ada dua pembelian yang berbeda.
"Kalau dilihat satu paketnya, makanya besar sampai Rp 1 miliar. Padahal untuk pakaian dinas cuma Rp700 juta an, karena digabung dengan pin emas makanya besar," pungkasnya kemudian.
DPRD Pessel menganggarkan dana sebesar Rp1.057.499.982 untuk pengadaan pakaian dinas dan pin emas untuk anggota dan pimpinan.
Editor : Marjeni Rokcalva






