IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Kesulitan Daring, Pemprov Sumbar Carikan Solusi Bagi SMK Praktik Tatap Muka

Wagub Sumbar Audy Joinaldy saat meninjau salah satu SMK di Kota Padang, Selasa (24/08/2021).
Wagub Sumbar Audy Joinaldy saat meninjau salah satu SMK di Kota Padang, Selasa (24/08/2021).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) akan mencarikan solusi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang kesulitan melaksanakan kerja praktik secara daring di masa pandemi Covid-19.

"Di SMK selain teori, juga harus diiringi praktik untuk meningkatkan skill atau keahlian karena orientasinya adalah dunia kerja. Di masa pandemi praktik menjadi kendala, dan sangat tidak efektif bila dilakukan secara daring. Ini yang akan kita carikan solusi," kata Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Audy Joinaldy di Padang, Selasa (24/08/2021).

Ia mengatakan itu saat meninjau proses belajar mengajar pada beberapa SMK di Kota Padang di masa pandemi diantaranya SMKN 6, SMKN 9, SMKN 7, SMKN 8, SMKN 4, dan SMK Pertanian Padang.

Menurut Wagub jika penyebaran Covid-19 di daerah itu bisa dikendalikan, maka pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan. Saat ini secara umum penyebaran Covid-19 di Sumbar sudah mulai melandai. Penanganan bisa lebih tepat, dan cepat dengan peningkatan testing, dan tracing yang terus dilakukan.

"Untuk testing kita peringkat empat di Indonesia sementara untuk tracing kita hanya kalah dari DKI Jakarta. Hasilnya penanganan bisa lebih maksimal hingga kasus aktif mulai melandai. Namun belum semua yang bisa melakukan pembelajaran tatap muka terutama untuk Padang yang masih PPKM level 4," ujarnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Penerapan PPKM level 4 di Padang karena tingkat keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 di RS (BOR) masih tinggi meski hal tersebut disebabkan RS di Kota Padang menampung pasien dari seluruh daerah di Sumbar bahkan provinsi tetangga.

"Masalah BOR ini juga menjadi salah satu fokus kita. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa teratasi," katanya.

Wagub meminta Dinas Pendidikan Sumbar untuk menjajaki solusi untuk pembelajaran tatap muka di Padang diantaranya dengan pembagian jam sekolah atau sistem shift. Kemudian dengan memaksimalkan vaksinasi bagi siswa.

Ia menyebut vaksinasi untuk siswa sebenarnya sudah dimulai namun belum merata karena kekurangan stok vaksin.

"Terakhir kita mendapatkan tambahan sekitar 100 ribu dosis vaksin namun prioritasnya adalah suntikan kedua. Kalau tidak diberikan sekarang, jarak antara vaksin pertama dan kedua terlalu jauh," ujarnya.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH