Tanah seluas 3 hektar dan 2 unit bangunan di Parambahan yang dihibahkan Pemko Sawahlunto kepada Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas KemnakerRI ini sebelumnya merupakan kampus lapangan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) KementerianEnergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI yang telah dihibahkan kepada Pemko Sawahlunto untuk dikelola menjadi BLK.
Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSP-Naker) Kota Sawahlunto, Dwi Darmawati, menjelaskan bahwa kawasan BLK Sawahlunto di Parambahan ini total luasnya 8 hektar.
"Kita memang merencanakan untuk BLK atau pusat pelatihan-pelatihan di Sawahlunto kita pusatkan di sini. Sekarang 3 hektar itu kita hibahkan kepada Kemnaker RI untuk dibangun workshop otomotif alat berat. Jadi masih ada sisa 5 hektar untuk dikelola Pemko Sawahlunto, nanti kita akan berkolaborasi dengan Kementerian dan instansi lain untuk menyelenggarakan pelatihan -- pelatihan di sini," kata Dwi Darmawati.
Usai meninjau rencana lokasi pembangunan workshop alat berat itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta membawa Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas KemnakerRI, Budi Hartawan untuk berkunjung ke BLK Sawahlunto di Sawah Rasau. Dimana di BLK Sawah Rasau ini setiap tahunnya telah menyelenggarakan sejumlah paket pelatihan, seperti pada tahun 2021 ini ada 9 paket pelatihan, antara lain; mekanik sepeda motor, cabinet making, las, dan lain - lain.
Dalam kesempatan peninjauan lapangan oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas KemnakerRI itu, Pemko Sawahlunto juga menyerahkan proposal untuk melengkapi fasilitas BLK Sawahlunto yang saat ini masih terbatas jenis pelatihan, peralatan, dan pesertanya. Walikota Deri Asta menyerahkan langsung proposal tersebut kepada Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas KemnakerRI, Budi Hartawan.
Dukungan pada pembangunan workshop otomotif alat berat ini juga datang dari DPRD Sawahlunto. Ketua DPRD, Ny. Eka Wahyu mengatakan anak-anak Sawahlunto membutuhkan pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan skill.
"Kami DPRD Kota Sawahlunto sangat mendukung rencana ini, karena ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita tamatan sekolah untuk mendapat pendidikan dan pelatihan. Kota kita ini memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara, dengan mengikuti pelatihan dan pendidikan di BLK ini mereka tentunya diharapkan akan dengan mudah mendapat pekerjaan karena juga dibekali dengan sertifikat kompetensi," ujar Ny. Eka Wahyu. (Rel/Je)
Editor : Berita Minang






