Pengalaman mengagumkan saya berikutnya, ketika menghadiri undangan pesta pernikahan di Muara Saibi, Pulau Siberut, tahun 2012. Warga Desa Muara Saibi yang mayoritas non-muslim mengetahui saya seorang muslim, ketika sampai di lokasi pesta, mereka langsung mengarahkan saya ke dapur yang 'Jumatan' alias tempat makan undangan yang beragama Islam.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kepuluan Mentawai seperti Indonesia mini, kerukunan masyarakatnya bisa dicontoh. Perhatikan saja sejak dari keberangkatan di atas kapal cepat menuju Kepulauan Mentawai. Ragam etnis dan suku yang berada di dalam kapal cepat. Ada orang Minang, orang Nias, orang Batak, orang Jawa, saudara kita dari Timur, bahkan orang bule yang menikah dengan orang Indonesia juga tinggal di Mentawai. (AP)
Editor : Berita Minang







