BUKITTINGGI - Hingga Sabtu (31/07), Warga Bukittinggi yang positif Covid 19 terbanyak berdomisili di Kecamatan Mandiangin Koto Salayan (MKS) yaitu 322 orang, tersebar pada 9 Kelurahan yang ada di Kecamatan itu.
Sedangankan penambahan kasus bara pada sabtu (31/07) itu di Kecamatan MKS mencapai 69 orang, terbanyak warga Kelurahan Garegeh yaitu 17 orang, sehingga total kasus aktif di Kelurahan ini mencapai 38 orang.
Berikut penambahan kasus baru terbanyak pada hari yang sama terjadi di Kelurahan Cimpago Ipuah, dan Kelurahan Puhun Pintu Kabun, sama sama 11 orang, sehingga akumulasi kasus aktif di Kelurahan Cimpago Ipuah menjadi 36 orang. Kelurahan Puhun Pintu Kabun melonjak menjadi 60 orang, karena telah sembuh 1 orang, dan meninggal 1 orang.
Penambahan kasus baru positif Covid-19 yang meningkat signifikan juga terjadi di Kelurahan Cimpago Guguak Bulek 9 orang, akumulasi kasus aktifnya menjadi 35 orang.
Penambahan di Kekurahan Pulai Anak Aie 7 orang, total kasus aktif di Kelurahan ini menjadi 35 orang. Di Kelurahan Kubu Gulai Bancah penambahannya hanya 6 orang, namun kasus aktifnya masih terbanyak di Kecamatan MKS yakni 62 orang.
"Satu-satunya Kelurahan yang tidak ada penambahan kasus baru pada hari Sabtu itu hanya di Kelurahan Koto Salayan, namun kasus aktifnya masih tersisa 7 orang," jelas Sekretaris Dinas Kesehatan Bukittinggi dr. Vera Maya Sari ketika dihubungi Media ini, Minggu (31/07).
Dikatakannya, penambahan 69 orang kasus baru di Kecamatan MKS, membuat akumulasi kasus aktifnya sampai saat ini 322 orang, di rawat 2 orang, meninggal 1 orang dari Kelurahan Puhun Pintu Kabun.
Untuk itu dr. Eva mengimbau warga kota Bukittinggi untuk sekalu waspada dan menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan,agar imum tubuh tetap stabil.
"Patuhi protokol kesehatan, dengan disiplin menerapkan Pemakaian Masker. Pakailah masker itu dengan benar dimana dan kemana saja bepergian. Mencuci tangan pakai sabun di tempat air yang mengalir setiap selesai kontak dengan apa dan siapa saja,jagalah jarak dimana saja berada dan hindari kerumunan. Karena kita tidak tahu kondisi orang orang yang kita temui, benda benda yang kita pegang ditempat tempat umum, mungkin telah banyak dipegang orang dan orang orang yang ada di sekitar, mungkin saja orang yang kita temui, termasuk OTG (Orang Tanpa Gejala), disanakah penyebaran virus itu," ungkap dr. Vera. (Yus)
Editor : Marjeni Rokcalva






