" Agar potensi alam yang dimiliki oleh Pessel dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat, sehingga pemilik modal kita diajak untuk berinvestasi. Ini dapat dilakukan, karena tiram mutiara yang semula hanya diperoleh hidup alami di laut, sudah dapat dibudidayakan melalui teknologi, yang sebagian besarnya memang masih dikuasai oleh bangsa asing," ujarnya.
Diungkapkannya bahwa usaha budidaya kerang mutiara memang membutuhkan nilai investasi yang cukup besar.
Dikatakan demikian, karena untuk 10 ribu biji tiram yang akan dibudidayakan saja, membutuhkan modal hingga Rp 1 miliar.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Berdasarkan hal itu, sehingga pemilik modal untuk mau berinfvestasi, perlu lebih diyakinkan lagi bahwa usaha ini sangat cocok dan sangat menjanjikan secara ekonomi bila dikembangkan di Pessel," tutupnya.(RND/Je)
Editor : Berita Minang







