PADANG PANJANG - Evaluasi Indikator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di 15 kota/kabupaten di luar Jawa-Bali, Kota Padang Panjang menunjukan Risiko Sedang.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat Evaluasi dan Pembahasan Perpanjangan PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat, Sabtu (17/7).
Ada empat kota/kabupaten yang ditetapkan menjadi Risiko Sedang dilihat dari dua indikator, di antaranya Bed Occupancy Rate (BOR) kecil dari 80% dan capaian vaksinasi Covid-19. Di antaranya Kota Singkawang, Kota Sorong, Manokwari, dan Kota Padang Panjang.
Kota Padang Panjang sendiri dengan jumlah penduduk 56.311 orang, memiliki konversi TT Covid sebesar 30%, BOR TT Covid 60%, BOR Isolasi 60%, dan BOR Intensif sebesar 60%. Begitu juga persentasi capaian vaksinasi dosis pertama per 16 Juli sebesar 37.75%.
"Kita berharap dengan zonasi risiko menunjukan risiko sedang, capaian vaksinasi Covid-19 kita tinggi dan nilai BOR kecil dari 80% ini, Padang Panjang keluar dari kota/kabupaten yang berstatus PPKM Darurat," tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Drs. H. Nuryanuwar, Apt., M.Kes., M.M., Minggu (18/7).
"Alokasi vaksin untuk Sumatera Barat akan dikirimkan dari Jakarta ke Padang, Senin (19/7). Dengan alokasi sebanyak 3.090 vial untuk Sumatera Barat dan dibagikan ke kota/kabupaten secepat mungkin," ujarnya.
Setelah vaksin diterima dari provinsi, katanya, kegiatan vaksinasi akan kembali dilaksanakan hingga target/sasaran vaksinasi yang telah ditetapkan KPCPEN tercapai. (Lex/shintia)
Editor : Berita Minang






