"Saya tidak ada ke luar kota pak, saya masih di dalam Padang pak," sambungnya.
Terkait video itu Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/7) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Dirinya sendiri berada di lokasi dan ada dalam video yang beredar.
"Pria tersebut bernama Awaludin Rao, saat ditanya petugas ia tidak bisa menunjukkan syarat masuk Kota Padang, seperti vaksin atau rapid tes," katanya.
Kemudian Awaludin Rao mengaku tinggal di Padang tetapi tidak bisa memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Padang. Oleh karena itu petugas memintanya memutar balik kendaraannya kembali ke arah Solok.
Saat itu dirinya juga memegang punggung Awaludin untuk memintanya masuk mobil agar memutar balik. Lalu dia marah-marah sambil ngoceh terus dekat mobilnya. Kemudian polisi membiarkan Awaludin karena terus mengoceh.
Lalu tiba-tiba Awaludin berbalik badan dengan muka berdarah. Kemudian memvideokan itu sebagaimana yang beredar sambil terus marah marah tidak jelas. Saat ditanya siapa yang mendorong tapi dia juga tidak mau menunjukkan siapa petugasnya.
Lija Nesmon melanjutkan, usai berdarah itu, ia ikut mengantarkan Awaludin Rao tersebut ke klinik PT Semen Padang untuk mendapatkan perawatan. Kemudian di sana diperiksa dokter dan ternyata tidak ada matanya kena pena sebagaimana disebutkannya.
Darah yang ada dalam video berasal dari pelipisnya yang terluka. Dirinya juga tidak tahu mengapa pelipisnya terluka karena diminta penjelasan ia tidak memberikan penjelasan.
"Usai dilakukan penanganan, yang bersangkutan meminta terima kasih telah diantarkan ke klinik karena kalau datang sendiri dikira terkena Covid-19. Malam itu sudah bersalam-salaman, dan tahunya videonya sudah viral saja hari ini," ujarnya. (Rel/Je)
Editor : Marjeni Rokcalva






