BUKITTINGGI - Kerja keras Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid 19 belum diiringi oleh sikap masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes). Akibat dari sikap masyarakat yang masih mengabaikan protkes, terutama dalam penerapan 5M, penyebaran Covid-19 di Bukittinggi belum kunjung reda.
Rabu (14/07), masih terjadi peningkatan jumlah kasus positif terpapar Covid-19. Bila Selasa (12/07), jumlah pertambahan kasus positif Covid-19 hanya 31 orang, maka Rabu (14/07) jumlah kasus positif melonjak sampai angka 46 orang berdasarkan dari Pusat Data Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Bukitingggi. Sementara data yang dirilis Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jasman Rizal, terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di Bukittinggi sebanyak 53 orang dan meninggal dunia satu orang.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Linda Faroza yang dihubungi media ini mengatakan, ke-46 orang yang positif Covid-19 itu berada di Kecamatan Guguak Panjang (GP) 28 orang Kecamatan Mandiangan Koto salayan (MKS) 14 orang, dan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) 4 orang,
"Sementara pasien yang sembuh atau selesai isolasi 11 orang, dan meninggal 1 orang," jelasnya.
Menurut Linda Faroza, dengan adanya penambahan itu, total Warga Bukittinggi yang terpapar Covid-19 dari Maret 2020 sampai saat ini sudah mencapai 2656 orang, dengan rincian dirawat 23 orang, isolasi mandiri 428 orang, sembuh atau selesai isolasi 2151 orang, meninggal 54 orang.
Swab PCR di Puskesmas:
Maret 2021
- Total sampel 350
- Terkonfirmasi positif 42
Editor : Marjeni Rokcalva






