PAYAKUMBUH - Beberapa minggu sempat berkurang, sekarang malah semakin meningkat kasus positif Covid-19 di Kota Payakumbuh. Untuk mengantisipasi ledakan kasus, Satgas Covid-19 melaksanakan evaluasi di kantor Balaikota Payakumbuh, Minggu (11/07).
Rapat dipimpin Wali Kota Riza Falepi bersama Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, Kajari Payakumbuh Suwarsono, Dandim 0306/Limapuluh Kota, Ketua Pengadilan Negeri Payakumbuh, Sekretaris Daerah Rida Ananda, Asisten, Kepala Dinas Kesehatan dr. Bakhrizal, serta kepala OPD, Camat, dan Kepala Puskesmas se Kota Payakumbuh.
Wali Kota Riza Falepi menyampaikan positif rate di Payakumbuh rata-rata saat ini 20 persen. Sudah sangat tinggi sehingga mengkhawatirkan kita terjadi ledakan kasus seperti di Jakarta dan Daerah lainnya di pulau Jawa.
Sementara itu, poin lain yang disampaikan oleh Riza pada rapat evaluasi tersebut adalah pertama laporan Covid-19 harus diperjelas, seperti berapa masyarakat yang telah divaksin, dibuat daftar per kelurahan, rilis Covid-19 mesti disampaikan dalam website khusus setiap hari, sampai laporan vaksinasi ke provinsi.
"Pelaksanaan keuangan dipercepat realisasinya dan pendegelasian tugas harus jelas untuk membagi pekerjaan dalam penanganan Covid-19, dan yang paling penting saya meminta vaksinasi lebih dipacu lagi," ungkapnya.
Terkait yang positif dan kontak erat yang akan ditracing, harus diisolasi mandiri. Hanya kendalanya adalah bantuan terkait kebutuhan mereka saat isolasi," ujarnya.
Lebih lanjut Kapolres Alex menyampaikan apresiasi dengan adanya salah satu warga Kota Payakumbuh yang secara sukarela mau membantu masyarakat yang positif Covid-19 dengan biaya sendiri.
"Saya akan ketemu besok dengan warga tersebut," ujarnya.
Kapolres juga menyebut masalah domisili pasien positif harus diperjelas, karena banyak tempat tinggalnya yang tidak sesuai dengan KTP.
Editor :






