PADANG -Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) selaku Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, Dt. Bandaro Bendang, menyampaikan data terbaru zonasi Covid-19 di Sumbar.
Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikatordata onset pada minggu ke-69 pandemi Covid-19 di Sumbar oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, yang datanya diinput dan diolah oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, maka mulai tanggal 04 Juli 2021 sampai tanggal 10 Juli 2021, ditetapkan zona daerah sebagai berikut:
Zona Merah - Resiko Tinggi (Skor 0 - 1,8)
- Kabupaten Padang Pariaman (skor 1,73)
Zona Oranye - Resiko Sedang (Skor 1,81 - 2,40)
- Kabupaten Limapuluh Kota (skor 2,28)
- Kota Padang Panjang (skor 2,27)
- Kabupaten Dharmasraya (skor 2,25)
- Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,23)
- Kota Padang (skor 2,20)
- Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,17)
- Kabupaten Tanah Datar (skor 2,10)
- Kota Sawahlunto (skor 2,09)
- Kabupaten Solok (skor 2,09)
- Kota Bukittinggi (skor 2,00)
- Kabupaten Agam (skor 1,94)
Zona Kuning - Resiko Rendah (Skor 2,41 - 3,0)
- Kabupaten Pasaman (skor 2,63)
- Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,58)
- Kota Pariaman (skor 2,49)
- Kota Payakumbuh (skor 2,48)
- Kabupaten Solok Selatan (skor 2,43)
- Kota Solok (skor 2,44)
- Kabupaten Sijunjung (skor 2,41)
Zonasi Hijau - Tidak Ada Kasus
"Kembali Kabupaten Padang Pariaman berada di zona merah dan skornya pada minggu ini bertambah buruk dari minggu sebelumnya, tulis Jasman.
Jasman juga mencatat, pada minggu ke 70 ini, Kabupaten Kepulauan Mentawai berhasil memperoleh skor terbaik dalam penanganan Covid-19 di Sumatera Barat, menggeser Kota Pariaman yang telah 11 minggu menjadi yang terbaik dalam penanganan Covid-19.
Sementara Kabupaten Agam sangat berpotensi memasuki zona merah, karena satu-satunya (selain Kabupaten Padang Pariaman yang skornya berada di zona merah) skornya dibawah 2,00.
Editor : Marjeni Rokcalva






