IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Bisa Sebakan Polusi Udara, DLH Pessel Imbau Warga Tak Lakukan Pembakaran Jerami

Ilustrasi.
Ilustrasi.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAINAN -Pencemaran lingkungan dan polusi udara tidak saja bisa disebabkan oleh limbah dan asap pabrik, tapi juga bisa oleh ulah masyarakat karena kebiasaan membakar jerami setelah musim panen.

Ancaman pencemaran udara melalui pembakaran jerami itu, berpotensi bisa terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), sebab Pessel merupakan salah satu daerah di Sumatera Barat (Sumbar) yang memiliki lahan pertanian yang cukup luas.

"Agar kekuatiran itu tidak sampai terjadi, maka kepada petani diminta untuk menghilangkan kebiasaan membakar jerami tersebut setelah musim panen," ungkap Kepala Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pessel, Beny Rizwan, Rabu (30/6).

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dijelaskannya bahwa sebagai daerah pertanian, kesadaran masyarakat petani Pessel untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari pencemaran udara juga perlu terus ditingkatkan.

"Sebab jika kebiasaan membakar jerami setelah panen tidak ditinggalkan, pencemaran udara akan masih tetap terjadi di daerah ini. Dari itu lakukanlah penanganan jerami dengan baik dan tidak dibakar," katanya.

Dia mengakui bahwa pihaknya melalui petugas akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar terus meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan supaya terhindar dari pencemaran.

"Karena potensi pencemaran udara akibat perilaku pembakaran jerami cukup tinggi. Sehingga sosialisasi kita tingkatkan. Sebab sangat disayangkan rasanya udara sejuk dan bersih yang kita banggakan di pedesaan, tercemar akibat pembakaran," ungkapnya.(RND/Je)

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH