Disampaikannya para siswa dan santri yang tergabung pada perguruan pencak silat tapak suci itu, tidak hanya sekedar memiliki ketangkasan dan kemampuan fisik yang handal, tapi juga memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat.
"Semangat dan motivasi untuk terus belajar dan memperdalam ilmu beladiri, sebab sekolah ini sering menjadi juara setiap kali pertandingan digelar. Prestasi juara ini tidak saja di tingkat daerah, tapi juga provinsi, bahkan di tingkat nasional," jelasnya.
Dari 800 orang jumlah siswa MTsM dari kelas 1 hingga kelas 3, sebanyak 300 orang merupakan atlet bela diri pencak silat tapak suci. Mereka yang berjumlah 300 orang tersebut, menjadikan beladiri pencak silat Tapak Suci sebagai salah pilihan wajib ekstrakorikulernya. Karena sekolah memang memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih mana kegiatan ekstrakurikuler yang mereka senangi.
"Mereka ini rutin belajar tiga kali selama satu minggu, tanpa mengganggu mata pelajaran sekolah," kata Syafridon pula.
"Sebab selain memiliki ilmu agama yang kuat, kami juga menanamkan sikap sabar, serta juga menanamkan kepribadian seperti ilmu padi, yakni semakin berisi semakin tunduk," timpalnya. (RND/Je)
Editor : Marjeni Rokcalva






