JAKARTA - Pada Minggu malam (27/6) warga Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, merasakan guncangan kuat gempa M5,0. Aktivitas geologi ini berlangsung pada pukul 22.56 waktu setempat atau WIB. Melihat fenomena yang dapat terjadi setiap saat ini, kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini oleh masyarakat setempat.
Serangkaian gempa pernah terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung. Berdasarkan dataBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selama kurun 10 tahun (2010-2020), beberapa gempa dengan magnitudo besar tercatat terjadi, seperti pada 2011, 2012, 2014, 2015, 2016, 2017, dan 2020. Dari rentetan peristiwa tersebut, gempa berdampak pada kerusakan bangunan rumah warga Bengkulu.
Menyikapi kejadian gempa yang kerap terjadi, BNPB mengimbau masyarakat Bengkulu untuk selalu siap siaga dan waspada. Korban jiwa tidak diakibatkan oleh peristiwa gempa namun reruntuhan bangunan. Di sisi lain, kerusakan rumah warga dapat dipicu oleh faktor struktur rumah tanpa memperhatikan kaidah bangunan tahan gempa. Berbagai upaya kesiapsiagaan akan membantu setiap warga untuk selamat dari ancaman bahaya gempa bumi.
Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi inaRISK untuk melihat potensi ancaman bahaya di sekitarnya. Melihat analisis inaRISK misalnya, Kabupaten Mukomuko terindentifikasi memiliki 15 kecamatan dengan potensi gempa pada kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak lebih dari 170 ribu warga berada pada potensi ancaman bahaya di sejumlah kecamatan tersebut. Mitigasi struktural dapat dilakukan dengan inisiatif dari setiap keluarga, misalnya dengan retrofitting pada sisi ruang di dalam tempat tinggal. Retrofitting ini merupakan upaya sipil untuk meminimalkan kerusakan bangunan apabila terjadi gempa. Tentu langkah ini membutuhkan biaya dan konsultasi dengan ahli yang paham mengenai teknik retrofitting, namun ini merupakan bentuk investasi keselamatan setiap anggota keluarga.
Langkah lain dapat dilakukan oleh keluarga yaitu dengan memperhatikan berbagai hal, seperti misalnya menyusun tata ruang yang memudahkan evakuasi keluar rumah, peletakan kunci di daun pintu, atau memperkuat perabot yang mungkin roboh akibat guncangan. Di sisi lain, kesiapsiagaan juga merupakan elemen penting dalam menyelamatkan nyawa setiap anggota keluarga. Kepala keluarga bisa memulai untuk memberikan pengetahuan kepada anggota keluarga yang lain, misalnya cara evakuasi paling aman dari dalam rumah, perabot yang kuat untuk berlindung, titik kumpul yang aman atau pun tempat evakuasi terbaik apabila terjadi tsunami.
Pada gempa yang terjadi pada Minggu malam (27/6), pukul 22.56 WIB, BPBD Kabupaten Mukomuko melaporkan guncangan membuat panik warga setempat hingga keluar rumah. Guncangan gempa dirasakan cukup kuat beberapa detik. Parameter gempa menunjukkan pusat gempa berada 50 km barat daya Mukomuko dan berkedalaman 22 km.
Berdasarkan data BMKG, intensitas gempa yang diukur dengan skala Modified Mercalli Intensity atau MMI menunjukkan Mukomuko III MMI, Kota Bengkulu, II - III MMI, Bengkulu Utara II MMI dan Kepahiang I - II MMI. Skala III MMI mendeskripsikan getaran dirasakan nyata dalam rumah dan seakan-akan ada truk berlalu.
Catatan Gempa Bengkulu
BNPB mencatat pada gempa Bengkulu 6 Desember 2017 menyebabkan kerusakan 247 rumah warga. Gempa M5,1 dan berkedalaman 10 km ini juga memicu terjadinya 1 warga luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Pusat gempa berada di darat sekitar 6 km barat daya Lebong, Bengkulu. Pada saat itu, BMKG merilis intensitas kekuatan gempa dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), Lebong pada III -- IV MMI, sedangkan Bengkulu Utara III MMI dan Kota Bengkulu II -- III MMI. Sebagian besar kerusakan bangunan rumah pada kategori rusak ringan.
Editor : Marjeni Rokcalva






