Kegiatan Kepenyuluhan yang digelarnya ini mendapat dukungan dari Kepala KUA IX Koto Sungai Lasi. Motivasi dan dukungan untuk Dayu juga mengalir dari rekan-rekan sesama Penyuluh. Dalam pertemuan rutin mereka saling berbagi ilmu dan masukan dalam tugas-tugas kepenyuluhan.
Setelah dua tahun lebih menggiatkan kembali belajar mengaji di Surau Lakuak, Refni Dayu dipercaya mewakili kecamatan IX Koto Sungai Lasi untuk lomba Penyuluh Agama Teladan tingkat Kabupaten Solok.
Ibu dari Akasia Delfianda mempresentasikan makalahnya di ruang pertemuan Rhaudatul Fikri Kantor Kemenag Kabupaten Solok pada Rabu, 09 Juni 2019
Lewat Surau Lakuak, yang awalnya digiatkan untuk anak-anak mengaji sekarang juga rutin menggelar majelis taklim, Refni Dayu menyisihkan kandidat Penyuluh Agama lainnya di Kabupaten Solok.
Slogan Surau Tanpa Pungutan yang digemakannya bersama sang adik, berhasil merebut simpati masyarakat, tak hanya warga Batang Pamo atau nagari Pianggu saja. Tetapi donatur datang dari berbagai daerah, mereka berpartisipasi untuk kegiatan dan pembangunan Surau Lakuak.
Surau yang hampir lapuk tanpa kegiatan, kembali tegak dan semarak berkat semangat Refni Dayu yang Penyuluh Agama Honorer dan sang adik Susi Susanti yang juga alumni IAIN Batusangkar.
Semoga pencapaian Dayu sebagai Penyuluh Agama terbaik di Kabupaten Solok juga mampu mengibarkan nama nagari Pianggu ditingkat Sumatera Barat bahkan nasional. Sehingga nanti Pianggu Sungai Lasi tidak hanya dikenal dengan Pisang Abuih atau Duriannya tetqpi juga Surau Tanpa Pungutan yang melegenda.
Terpisah, Kepala Kantor KemenagKab. Solok H. Alizar yang dikonfirmasi atas hasil pemilihan Penyuluh Agama Terbaik ini, mengucapkan selamat pada Refni Dayu.
"Semoga inovasi Refni Dayu sebagai Penyuluh Agama menjadi motivasi bagi Penyuluh Agama dalam berkarya di wilayah binaan masing-masing," ujar H. Alizar.
Editor : Berita Minang






