BUKITTINGGI - Walikota (Wako) Bukittinggi Erman Safar minta pengurusPersatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengajukan proposal program peningkatan kesejahteraan guru dan minta apa yang harus dibantu Pemerintah Kota (Pemko).
Hal itu disampaikan Wako Erman Safar setelah mendengarkan paparan ketua PGRI Bukittinggi didampingi sejumlah pengurus lainnya saat audensi dengan Wako di ruangan kerja Wako, Kamis (24/06) kemarin.
Kunjungan Pengurus PGRI Kota Bukittinggi masa bakti 2020-2025 itu, diterima Walikota Bukittinggi Erman Safar didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Melfi Abra bersama Plt. Asisten Administrasi Umum Melwizardi.
Sementara ketua PGRI Bukittinggi Heru Astanawa didampingi Ketua I PGRI Al Masri, Sekretaris Umum, Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Ketua Bidang Kompetensi Guru.
Menurut Heru Astanawa, audiensi ini untuk memperkenalkan pengurus PGRI Kota Bukittinggi masa bakti 2020-2025 sekaligus bersilahturrahmi untuk menjalin kerjasama dan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dengan organisasi PGRI.
Dikatakannya, kesempatan itu, pengurus PGRI telah menyampaikan program-program PGRI kedepan dan juga berharap kepada Walikota untuk senantiasa mengajak PGRI diikutsertakan dalam memberikan masukan-masukan sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai mitra Pemerintah dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di kota Bukittinggi khususnya.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menyambut baik dan mengapresiasi kedatangan pengurus PGRI Kota Bukittinggi.
"Kami menyambut baik kedatangan pengurus PGRI dan berharap keberadaan PGRI ini dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memajukan dunia pendidikan di Bukittinggi," ujar Wako.
Sesuai dengan laporan pengurus bahwa, masih ada tingkat kesejahteraan para guru yang masih rendah dan gaji dibawah UMR, Walikota meminta agar pengurus menyusun dan merencanakan program dalam bentuk proposal terutama program turut mensukseskan kesejahteraan para guru.
Editor : Marjeni Rokcalva






