Sedangkan akhir dari kegiatan Workshop itu, Gemala berharap melalui arahan narasumber yang merupakan meanstro seni di Sumbar akan dapat mengungkit keaslian seni budaya yang ada di Solsel.
Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Mario Syahjohan, dalam sambutannya berharap kedepan pembangunan seni dan kebudayaan akan lahir dan berkembang. Apalagi adanya dukungan dari Pemerintah untuk melaksanakan berbagai kegiatan.
Bahkan dikesempatan itu, Mario mengajak seluruh generasi muda untuk dapat menjadi penerus budaya daerah masing-masing. Ia dikesempatan itu juga mengajak seluruh kalangan untuk mencam semboyan "Jangan Lupakan Budaya".
"Meski disetiap daerah memiliki budaya yang berbeda dengan daerah lain, namun kita bisa bersatu. Jadi budaya itulah yang membuat kita bersatu, jelasnya.
Kepada berbagai kalangan budayawan lokal, Mario Syahjohan, yang dari Fraksi Gerindra ini juga menitipkan motto untuk penyemangat dalam mendukung pembangunan Kebudayaan di Solok Selatan, mottonya adalah "Anak Muda Tangguh, Solok Selatan Maju".
Generasi muda hendak dapat menjadi pelanjut atau sebagai tongkat estapet pembangunan seni dan kebudayaan daerah. Sementara para seniman yang sudah tua atau lebih berpengalaman diharapkan dapat pula berperan sebagai nara sumber, pengawas, dan sekaligus mengkritisi kebudayaan itu jika ada yang salah.
Sesangkan peserta kegiatan berjumlah sebanyak 50 orang dari utusan pelaku seni, pengelola sanggar seni serta pemotivasi seni budaya di Solsel.
Pj Wali Nagari Pasar Muara Labuh, Efrizal yang juga selaku Kurator kegiatan menyampaikan ucapan terima kasihnya pada Pemerintah Provinsi Sumbar, khususnya pada Dinas Kebudayaan dan Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Mario Syahjohan, yang sudah melaksanakan kegiatan di Solsel ini.
"Kegiatan ini sangat memiliki arti penting bagi para pelaku seni budaya, budayawan serta pemotivasi seni budaya daerah, " katanya.
Editor :






