IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

580 Bidang Lahan Tol Masih Terkenda di Sumbar, Tim Pembebasan Bakal Datangi Semua Pemilik Lahan

Wagub Audy Joinaldy berbicara serius dengan Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto disaksikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Anwarudin Sulistiyono di Rapat Koordinasi percepatan Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Padang, Kamis (17/6/2021).
Wagub Audy Joinaldy berbicara serius dengan Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto disaksikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Anwarudin Sulistiyono di Rapat Koordinasi percepatan Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Padang, Kamis (17/6/2021).
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Tim percepatan pembebasan lahan Tol Padang-Pekanbaru akan secara aktif untuk mencari, mendatangi, dan mengunjungi semua pemilik lahan yang telah terdata guna mempercepat proses pembebasan.

"Karena data pemilik lahan termasuk yang tanah ulayat sudah ada, kita akan kunjungi satu persatu. Individu per individu supaya proses pembebasannya bisa cepat," kata Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy di Padang, Kamis (17/6/2021).

Audy juga mengatakan pemilik tanah ulayat itu sebagian sudah meninggal dan ahli warisnya cukup banyak dan tinggalnya tersebar tidak hanya di Sumbar. Tapi karena memang dibutuhkan tanda tangannya, tim akan mengunjungi semua.

"Dalam tim kita sekarang tergabung banyak pihak yang memiliki pengalaman dalam hal pembebasan lahan juga diback up dari penegak hukum karena itu proses bisa dipercepat," katanya.

Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto tegas meminta agar rapat di ruangan mulai dikurangi dan ke depan koordinasi sudah harus di lapangan.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Artinya kita memang harus percepat karena pembangunan tol di Sumatera ini sudah ratusan kilometer, hanya di Sumbar saja yang baru 4,2 kilometer," ujarnya.

Ia mengatakan tim juga akan melibatkan lembaga adat seperti LKAAM untuk menjalin komunikasi yang lebih baik dengan pemilik tanah ulayat agar tidak ada lagi kendala.

"Kondisi saat ini berdasarkan data di lapangan, 14,3 kilometer sudah selesai dibebaskan dan dibayarkan, 7,6 kilometer sudah tinggal pembayaran, 8,4 kilometer sedang pengumpulan dokumen, 5,6 kilometer masih proses appraisal dan 0,5 masuk Tarok City yang sedang divalidasi," katanya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Anwarudin Sulistiyono mengatakan pihaknya siap memberikan pendampingan untuk mempercepat proses.

"Kita juga punya unit jaksa pengacara negara yang bisa memberikan pendampingan untuk proyek strategis nasional ini," katanya.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH