SAWAHLUNTO - Korban bencana longsor beberapa pekan silam mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto. Para korban memperoleh bantuan sosial tak terencana dari Walikota Deri Asta senilai Rp 17 juta lebih dan penyaluran bantuan itu dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung kepada warga secara langsung ke lokasi masing-masing, kemarin (15/6/21).
Dilansir Humas, Ada 12 buah rumah masyarakat terdampak tanah longsor yang ditinjau dan diberikan bantuan, di mana semua rumah tersebut terletak di Kecamatan Barangin. Rencananya, untuk rumah terdampak longsor di Kecamatan Silungkang dan Kecamatan Talawi akan menyusul diserahkan dalam waktu dekat ini.
Walikota Sawahlunto Deri Asta dalam penyerahan bantuan tersebut menyampaikan, bantuan ini merupakan peran serta Pemko Sawahlunto dalam meringankan beban warga yang terdampak bencana. Selain dari Pemko, dari pemerintah desa atau kelurahan setempat juga diarahkan untuk membantu.
"Ada 12 buah rumah terdampak yang kita kunjungi, langsung kita serahkan bantuan berupa uang dengan jumlah bervariasi, sesuai hasil survei dari OPD terkait. Totalnya kita hari ini telah menyerahkan bantuan sosial tidak terencana kepada warga terdampak longsor ini yaitu sebesar Rp. 17.600.000,- (tujuh belas juta enam ratus ribu rupiah)," kata Walikota Deri Asta.
Ditambahkan Walikota Deri Asta, Pemko Sawahlunto dalam memberikan bantuan untuk warga terdampak bencana alam ini juga berkolaborasi dengan Baznas Kota Sawahlunto. Yakni untuk membantu rumah terdampak longsor milik Jusmaniar di Dusun Ladang Laweh, Desa Talago Gunuang Kecamatan Barangin.
Data yang dilaporkan dari Kepala Bidang Rehab dan Rekon BPBD Sawahlunto, Tri Darma Satria, menyampaikan 12 rumah yang diberikan bantuan tadi itu adalah ; 2 rumah di Dusun Pasar Hilir dan 1 rumah di Dusun Pasar Mudiak (Desa Lumindai). Kemudian 1 rumah di Sumur Waru Kelurahan Durian II, setelah itu 1 rumah di Dusun Ladang Laweh Desa Talago Gunuang.
"Di Kelurahan Lubang Panjang ada 2 rumah. Kemudian 5 rumah di Kelurahan Saringan," ujar Tri Darma Satria.
Bersihkan Saluran Air
Wako Deri Asta mengingatkan, dengan kondisi topografi Sawahlunto dengan kemiringan tanah sangat tinggi sehingga perlu menjadi evaluasi OPD terkait, Pemerintah Desa/Kelurahan hingga masyarakat pemilik rumah agar menyikapi kondisi geografis tersebut agar mempermudah dalam mengambil langkah antisipasi untuk mencegah dampak bencana seperti longsor.
Editor : Marjeni Rokcalva






