LIMA PULUH KOTA - Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo membuka secara resmi kegiatan pengabdian masyarakat, Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand), serta menyerahkan Sertifikat Gratis Redistribusi tanah (Redis) dari Kanwil ATR/BPN Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Kantor Wali Nagari Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat, Sabtu (5/6/2021).
Kegiatan pengabdian masyarakat, Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Unand akan melakukan pemberdayaan kepada Kelompok Tani Lereng Indah, Sabar Menanti, dan Tampang Kayo dalam Penerapan Teknologi Pemupukan dan Olah Tanah Konservasi Di Nagari Halaban sebagai penerima Redistribusi tanah dari Kanwil ATR/BPN Provinsi Sumbar.
Diharapkan kegiatan yang dilakukan Unand ditengah pandemi Covid-19 ini, mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para petani kecil, ujar Bupati Syafaruddin.
Hadir pada acara pembukaan itu, Kanwil ATR/BPN Sumbar Saiful, S.P., M.H., Dekan Fakultas Pertanian Unand, Dr. Ir. Indra Dwipa, M.S., Ketua Program Pemberdayaan dan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Prof. Dr. Ir. Hermansah, M.S.M.Sc., Anggota DPRD Lima Puluh Kota, Doni Ikhlas, Asisten I Pemerintahan Dedi Permana, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Eki Hari Purnama, M.Si., Camat Lareh Sago Halaban, Wali Nagari, serta masyarakat penerima Redistribusi tanah.
Lebih lanjut Bupati dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas program pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Andalas di Nagari Halaban.
Menutut Syafaruddin, program prioritas pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin-Rizki di bidang pertanian berfokus pada pembudidayaan jagung seluas 20 ribu ha dengan menggandeng Kementerian Pertanian RI.
"Kalau bisa nanti lahan bekas perkebunan Sosro bahu Halaban yang akan diserahkan sertifikasnya oleh Kanwil ATR/BPN ProvinsiSumbar ini dapat kita prioritaskan untuk ditanami jagung," ulas Bupati.
Menurutnya, sektor peternakan Lima Puluh Kota yang sedang tumbuh, setidaknya membutuhkan 400 ribu Ton Jagung pertahun, sementara selama ini produksi pertanian jagung masyarakat hanya berkisar sekitar 50 ribu sampai 100 Ribu Ton saja.
"Kita akan mengundang para Profesor-profesor Universitas. Kita undang Unand, UNP, UIN, termasuk Pokiteknik Pertanian Negeri Payakumbuh, untuk memanfaatkan pemikiran mereka mewujudkan Lima Puluh Kota yang madani sejahtera lahir dan batin," harap Bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat itu.
Editor : Marjeni Rokcalva






