"Untuk bantuan beras yang sudah diberikan sebanyak 20 Ton dan juga sembako untuk diberikan bagi warga yang terdampak. Kemudian dapur umum juga sudah, sebelum pelaksanaan penutupan tanggul, beberapa koordinasi sudah kita lakukan termasuk membuat sodetan," sebut Rudi.
Pembuatan sodetan itu dikatakan Rudi Hariyansyah adalah bertujuan membuat aliran air atau jalur belokan air, dibuat melalui dua buah alat berat ekskapator dari PUPR kabupaten dan PSDA kabupaten.
"Dan ketika sodetan itu belum selesai banjir itu datang lagi sehingga sodetan itu tertutup lagi. Oleh karena itu, untuk penanganan selanjutnya memang kami butuh support bantuan dari Pemprov Sumbar, karena kami memiliki keterbatasan anggaran di kabupaten pesisir selatan," ujar Rudi.
Selain jebolnya tanggul batang air Tapan juga ada satu buah jembatan rusak akibat banjir, hal itu sudah kita anggarkan dari APBD Kabupaten. "InsyaAllah Juli bisa kita laksanakan lagi dan akhir Juni ini sudah bisa dikerjakan," lanjutnya.
Terakhir ia juga menyebutkan telah melakukan beberapa tindakan pemerintah kabupaten pesisir selatan mengajukan usulan perbaikan baik itu dari PUPR pusat, Menkomaritim melalui DPR RI pusat saat ini sedang proses.
Disamping itu kami juga mengucapkan terimakasih kepada pak Gubernur dan rombongan telah hadir, kami berharap juga bantuan dari pemprov Sumbar mensuport pembenahan Batang Tapan.
Dalam kegiatan itu dilakukan penyerahan secara resmi Bantuan Bencana Alam di Kab Pessel antara lain, Logistik tanggap darurat (Dinas Sosial Sumbar), Family Kits, Perlengkapan Bayi, Selimut, Paket
Makanan Lauk Pauk, Masker 22.000 pcs (BPBD Sumbar), MP-ASI 10 dus, PMT Bumil 4 dus, Obat2an (Diskes Sumbar), Baronjong dan Geo Bag (Dis SDABK Sumbar)
Gubernur Sumbar dan rombongan juga melakukan peninjauan ke SMK Negeri 1 Ranah Ampek Hulu.
Editor : Berita Minang






