Pimpinan rombongan masyarakat Tapan Cendra Hardi Nurba dalam kesempatan itu melaporkan, kejadian banjir besar pada hari Selasa dan Minggu (11 dan 16 Mai 2021 telah mengakibatkan rumah terendam air setinggi 0,5 meter -2,5 meter dua kecamatan, Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan yang terdampak pada 11 nagari dikedua kecamatan tersebut.
"Aliran batang Tapan sekarang karena banjir besar telah beralih masuk keperkampungan masyarakat yang melintasi Nagari Binjai Tapan, dan Nagari Kampuang Tangah Tapan. Akibatnya otomatis bila debet air bertambah merendam rumah masyarakat di bandaran sungai yang masuk ke perkampungan", ungkapnya.
Cendra juga menambahkan akibat banjir tersebut masyarakat mengalami kerugian diantaranya, tanaman padi sawah 1.275 ha, tanaman palawija 303 ha, rumah roboh dan hanyut 5 unit, jembatan rusak dan putus 2 unit, fasilitas pendidikan 7 unit, sarana ibadah 5 unit, kantor pemerintahan 3 unit dan rumah masyarakat terendam 866 unit.
"Kunjungan kami masyarakat Tapan tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait persoalan banjir yang selalu mendera 11 nagari sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat yang terdampak, baik dari sisi fisik maupun psikis dan troma," ujarnya.
Cendra juga amat senang dan bangga Gubernur Mahyeldi sangat responsif dalam menanggapi aspirasi masyarakat sehingga kami lansung mendapatkan jawaban yang melegakan untuk dibawa pulang.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas PSDA dan Bina Kontruksi Prov. Sumatera Barat Rifda Suruani, Kalaksa BPBD Prov. Sumatera Barat Herman Rahman serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Hefdi.
BIRO ADPIM SETDA PROV. SUMBAR
Editor : Berita Minang






