"Tentu hal ini dilakukan memperkuat perbatasan melawan penyebaran pandemi global Covid-19," ungkapnya.
Selain itu, gubernur berpesan kepada petugas di lapangan agar menjaga kesehatan dengan baik, dan pergunakan alat-alat sesuai dengan kebutuhan, terutama bagi petugas pemeriksaan bagi warga yang baru datang.
Pada kesempatan itu Kasatpol PP Sumbar Dedy Diantolani ikut memberi semangat bagi petugas, agar jangan sampai lengah. Setiap kendaraan harus dihentikan untuk lakukan pemeriksaan kesehatan.
Dedy mengimbau masyarakat Silaut untuk bersama membantu pemerintah dengan cara tidak keluar rumah.
"Saya mengimbau masyarakat agar tetap dirumah saja, kalau tidak ada kepentingan lebih baik di rumah saja, hindari berkumpul, itu sudah termasuk membantu pemerintah," sebutnya.
Lanjut Dedy menjelaskan mulai dari tanggal 10 April kemaren telah dilakukan putar balik sebanyak 7 (tujuh) kendaraan yang ingin coba masuk ke Sumbar.
"Kita tetap melaksanakan penyekatan, ya seperti tadi (sore), kita sudah memutarbalikan empat kendaraan," tukas Dedy.
Pengendara ini diputarbalikan karena tidak bisa menunjukan surat-surat. Surat yang dimaksud ini merupakan surat negatif Covid-19 atau keterangan dinas yang diperbolehkan secara aturan. Pengendara yang diminta putar balik diantaranya berasal Provinsi tetangga, seperti Bengkulu dan Jambi.
Pada kesempatan itu, Wagub Sumbar yang didampingi Kasatpol PP Sumbar Dedy Diantolani, Kepala Dinas Perhubungan Heri Nofiardi, Kepala Kepala DPMPTSP Sumbar Maswar Dedi dan Kepala Dinas Pertanian Syafrizal, memberikan makanan dan minuman berupa paket untuk petugas diperbatasan, salah satunya diterima Kapolsek Silaut Iptu Impriadi. (HUMAS SUMBAR/BM)
Editor : Marjeni Rokcalva






