IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pelaksanaan Pesantren Ramadan di SMKN 1 Solok Selatan Ditutup

Pengawas Sekolah, Dra. Selmiati, Kepsek SMK Negeri 1 Solsel, Efrizol, dan pelaksana pesantren sekolah tersebut foto bersama dengan peraih prestasi saat kegiatan penutupan pesantren. Afrizal. A
Pengawas Sekolah, Dra. Selmiati, Kepsek SMK Negeri 1 Solsel, Efrizol, dan pelaksana pesantren sekolah tersebut foto bersama dengan peraih prestasi saat kegiatan penutupan pesantren. Afrizal. A
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG ARO - Akhir dari pelaksanaan Pesantren Ramadan diharapkan akan dapat memperkuat karakter siswa dalam membangun dirinya menjadi generasi pendidikan yang berkualitas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Berakhirnya pelaksanaan Pesantren Ramadan, bukan berarti para siswa dan siswi selesai begitu saja dengan sebuah acara penutupan dan pemberian bingkisan bagi yang berprestasi mengikutinya," kata Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Solsel, Efrizol.

"Akan tetapi makna dari tuntasnya kegiata Pesantren dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk mengamalkan berbagai ilmu yang diperoleh saat kegiatan. Bahkan pihak sekolah sangat berharap, tuntasnya pesantren akan menjadikan siswa punya karakter yang lebih baik. Baik untuk diri, orang tua, sekolah, dan baik untuk nusa, dan bangsa," tambah Efrizol.

Sementara, Pengawas SMK/SMA, Dra. H. Selmiati yang didaulat menutup kegiatan pesantren tersebut mengapresiasi pengelola sekolah bersama pengurus pesantren. Semoga kegiatan ini dapat menjadikan siswa sekolah ini semakin lebih memiliki jati diri sebagai siswa.

"Pesantren ini hendaknya menjadi penguat wawasan siswa di bidang budi pekerti, berahklak mulia, dan memiliki wawasan agama," harap Selmiati yang juga mantan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 tersebut.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Selmiati melihat kondisi siswa saat ini masih prihatin, karena masih ditemukan siswa/siswa SLTA yang lulus kemarin ini masih berprilaku kurang baik saat mengungkapkan rasa syukur karena lulus pendidikan.

Artinya himbauan dan larangan yang sudah diberikan sekolah maupun pemerintah untuk tidak meluapkan rasa gembira saat lulus dengan mencoret-coret baju, konvoi-konvoi kendaraan dijalan, saat ini masih terjadi.

"Karakter anak masih belum terbangun, padahal guru sudah tiga tahun melakukan pembangunan karakter pada mereka untuk menjadi pendidik yang berkualitas," kata Selmiati.

Selmiati mengingatkan siswa, jangan menyentuh barang haram yang beredar marak saat ini. Diharapkan juga siswa mengintropeksi diri untuk kebaikan siswa, baik untuk meraih masa depan maupun untuk menghadap sang khalik

"Kedepan ini masih menjadi tugas berat guru dan orang tua untuk mewujudkan karakter anak-anak," harap Selmiati.

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH