PAINAN - Terkait isu yang berkembang di masyarakat tentang penamaan Puncak Jokowi dan Landmark "IPainan", Bupati Pesisir Selatan, Drs. Rusma Yul Anwar, M.Pd menyampaikan klarifikasi tentang isu tersebut pada saat membuka acara Rapat Penetapan Zonasi PPDB di Gedung PCC Painan, Senin, (26/04).
Bupati mengatakan usulan pemberian nama Puncak Jokowi tersebut berdasarkan pada sejarah kunjungan Presiden Republik Indonesia itu ke Pesisir Selatan.
"Tidak ada yang membantah, Jokowi adalah Presiden RI yang pertama ke Puncak Mandeh, dan ini adalah sejarah bagi kita rakyat Pesisir Selatan," kata Bupati.
Bupati mengatakan atas perhatian beliau jalan di Kawasan Mandeh dapat diakses seperti yang dirasakan hingga saat ini.
"Terlepas dari permasalahan pilihan politik pada waktu Pilpres dulu, ini adalah bentuk wujud apresiasi kita kepada Presiden yang telah membangun di Kawasan Mandeh" tambahnya.
"Kita melihat kondisi APBD tidak cukup membangun Pesisir Selatan, sedangkan anggaran pembangunan fisik (APBN) banyak berasal dari Pusat," jelas Rusma Yul Anwar.
Terkait dengan Landmark "I Love Painan, Bupati mengatakan dirinya tidak mengakui itu sebagai landmark.
"Itu bukan landmark, mengapa harus dirobohkan? Sebenarnya kita ingin menggantinya menjadi lebih baik lagi," kata Bupati.
Bupati mengatakan penggantian itu atas masukan dari seorang anak SMP.
Editor : Berita Minang






