Husen dari Sumatera Volentir yang juga pemuda pelopor dan saat ini memproduksi sedotan bambu dan kaos bermotif ukiran minang sudah diproduksi dan sudah dipasarkan ke Belanda, namun akibat pandemi jadi terkendala.
Menyikapi Indonesia Emas dan pasar global menurut Husen harus ada regulasi dan peran pemerintah karena saat ini Husen sudah mencoba pemasaran ke luar negeri yang ada non pemerintah atau swasta.
Pada kesempatan yang sama Ny. Lise Eka Putra yang juga selaku Ketua Dekranasda Tanah Datar sangat bersyukur ternyata di Tanah Datar banyak kaum milenial yang memiliki potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan.
Disampaikan Ny. Lise agar generasi milenial saling bekerjasama dan berbagi ilmu sehingga akan banyak lahir melenial yang produktif dan mampu menjawab tantangan pasar global kedepan.
"Semoga dengan banyaknya generasi milenial yang produktif di Tanah Datar akan mampu memajukan Tanah Datar lebih baik,"ujarnya.
Pada saat silaturrahmi milenial yang dimoderatori tokoh muda pemerhati daerah Hijrah Hadi Syukrial ini juga ditampilkan berbagai produk karya generasi milenial yang dipasarkan secara digital dan pasarnya pun sudah internasional. (Irfan F)
Editor : Berita Minang






