Wali Kota Riza Falepi memaparkan dirinya adalah orang yang tak lama hidup di kampung, besar di rantau, hanya masa kecilnya saat bersekolah berada di kampung, saat ini kembali pulang ke kampung sebagai seorang wali kota.
Menurut pengalaman Riza, sumber peradaban perlu dibangun, bukan sekedar membangun rumah-rumahnya saja karena nanti akan tumbuh sebentar dan bisa hilang dalam sekejap. Tapi, harus dengan dengan sistematis, itulah gunanya kata Riza perlunya universitas dan pusat penelitian adat dan literasi.
Riza mencontohkan Negara Cina dan Korea bisa maju. Ini menjadi pemikiran sekaligus pertanyaan bagi setiap orang, jawabannya setiap negara maju punya kekuatan hati dan mental untuk maju dari akar sejarah kebudayaan mereka.
"Korea dan Cina bisa unggul dari orang lain di bidang industri, mulai dari pertanian, teknologi, dan bahkan kebudayaannya," kata Riza.
Riza memaparkan bagaimana dengan sebuah daerah yang tidak ada sumber daya untuk pertumbuhan ekonomi besar seperti pertambangan? Apa yang bisa dikembangkan?
"Kekayaan budaya membuat kita maju, saat ini konsep itu belum terpakai. Makanya keinginan kita perguruan tinggi berperan sangat penting disini, kolektifitas kita harus ditransformasikan menjadi kekuatan. Jangan hanya urusan adat diurusi orang adat saja, ini akan berbeda bila ada unsur ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan," kata Riza.
"Makanya dengan silaturahmi, harusnya terjalin komunikasi tak hanya sekedar bertemu-bertemu saja. Hal inilah yang sering kita lupa, sedangkan untuk mentransformasikan ini butuh pemimpin yang lebih kuat, tapi bagaimana kita menyatukan pikiran dan energi kita untuk bergerak maju bersama-sama dengan adat budaya kita, identitas kita sebagai orang minang," kata Riza.
Di akhir paparannya, Riza berjanji akan menjaga silaturahmi ini terus-menerus layak satu keluarga dalam adat nan salimbago antara Andiko 44 dengan Luhak Limopuluah.
Informasi lain yang media peroleh, menurut keterangan Dt. Majo Sati, insyaallah setelah lebaran akan diadakan pertemuan besar adat antara Niniok Rajodubalai dengan dunsanak mereka seperti Dt. Siri di Mungka, Dt. Bandaro di Mahat, dan Dt. Majo Indo di Koto Loweh.(Do)
Editor : Berita Minang






