IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Baralek dalam Adat Perkawinan Minangkabau dan Tahapan yang Menyertainya

Foto Dzaky Hery Marino
Ilustrasi Baralek dalam Adat Perkawinan Minangkabau dan Tahapan yang Menyertainya
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Sementara itu, di sejumlah daerah seperti Tanah Datar dan Agam, busana pengantin juga menggunakan kain songket dan perlengkapan adat yang mengikuti kebiasaan setempat. Songket Pandai Sikek dari Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, misalnya, merupakan salah satu kain tradisional yang dikenal dalam busana dan kegiatan adat di Sumatera Barat.

Pakaian pengantin tidak hanya menjadi perlengkapan untuk memperindah penampilan anak daro dan marapulai. Dalam acara adat, busana juga memperlihatkan identitas daerah. Karena Minangkabau memiliki banyak nagari dengan kebiasaan berbeda, bentuk pakaian pengantin di Padang Pariaman tidak selalu sama dengan yang digunakan keluarga dari Solok, Tanah Datar, Agam, atau wilayah lainnya.

Perlengkapan dan Jamuan Baralek

Jamuan makanan menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari pelaksanaan baralek. Keluarga penyelenggara menyiapkan nasi, lauk-pauk, kue, minuman, dan berbagai makanan lain untuk tamu yang datang. Pada sejumlah daerah, penyajian makanan juga berkaitan dengan tradisi makan bajamba, yakni makan bersama dalam satu kelompok menggunakan hidangan yang ditempatkan dalam wadah untuk disantap bersama.

Dalam pelaksanaan makan bajamba di Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, misalnya, beberapa orang duduk mengelilingi satu hidangan yang disajikan dalam pinggan besar. Praktik tersebut memiliki aturan mengenai cara duduk, mengambil makanan, dan menjaga tata krama selama makan. Namun, tata cara seperti ini tidak dapat langsung dianggap sebagai aturan seluruh masyarakat Minangkabau karena praktik makan bersama dapat berbeda menurut daerah.

Perlengkapan lain yang dapat muncul dalam baralek adalah pelaminan. Pelaminan menjadi tempat anak daro dan marapulai duduk dalam acara tertentu. Bentuk dan hiasannya berbeda menurut daerah. Di sejumlah wilayah Minangkabau, pelaminan dihiasi kain, ukiran, serta unsur dekorasi yang mengikuti gaya busana dan adat setempat.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dalam acara adat yang lebih lengkap, baralek juga dapat disertai pasambahan. Pasambahan merupakan penyampaian kata-kata adat dalam bentuk tutur yang dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan dalam adat. Bahasa yang digunakan biasanya mengikuti konteks acara dan hubungan antara pihak yang datang dengan pihak tuan rumah.

Kehadiran ninik mamak juga penting dalam sejumlah rangkaian perkawinan adat. Ninik mamak merupakan pemimpin kaum yang memiliki tanggung jawab dalam urusan adat di lingkungan keluarga matrilineal. Dalam acara perkawinan, mereka dapat terlibat dalam pembicaraan adat, penyambutan, pemberian nasihat, serta kegiatan lain sesuai dengan kedudukan dan adat nagari.

Baralek juga dapat menjadi ruang pertemuan keluarga besar. Kerabat dari pihak ibu, keluarga marapulai, anak daro, ninik mamak, serta masyarakat sekitar dapat berkumpul dalam satu kegiatan. Dalam sistem kekerabatan matrilineal Minangkabau, hubungan dengan kaum dan suku membuat perkawinan memiliki keterlibatan sosial yang lebih luas daripada pasangan yang melangsungkan pernikahan.

Bentuk baralek akhirnya sangat bergantung pada tempat dan keluarga yang melaksanakannya. Baralek di Padang Pariaman dapat memiliki perlengkapan pengantin yang berbeda dengan baralek di Tanah Datar. Begitu pula susunan acara di Agam, Solok, atau Lima Puluh Kota dapat mengikuti kebiasaan masing-masing nagari.

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH