IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Baralek dalam Adat Perkawinan Minangkabau dan Tahapan yang Menyertainya

Foto Dzaky Hery Marino
Ilustrasi Baralek dalam Adat Perkawinan Minangkabau dan Tahapan yang Menyertainya
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

BARALEK merupakan rangkaian pesta perkawinan dalam adat Minangkabau yang melibatkan keluarga kedua mempelai, kaum, ninik mamak, serta masyarakat di lingkungan nagari. Pelaksanaannya dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lain, tetapi sejumlah unsur umum dapat ditemukan, seperti persiapan keluarga, akad nikah, penyambutan anak daro dan marapulai, jamuan makan, serta berbagai prosesi adat yang mengikuti kebiasaan setempat.

Dalam masyarakat Minangkabau, perkawinan tidak hanya menyatukan dua orang. Hubungan perkawinan juga berkaitan dengan keluarga dan kaum dari kedua belah pihak. Karena itu, baralek dapat melibatkan banyak orang dalam persiapan makanan, tempat acara, penyambutan tamu, hingga pelaksanaan kegiatan adat. Bentuknya pun menyesuaikan kondisi masing-masing keluarga dan adat yang berlaku di nagari.

Tahapan Baralek

Sebelum baralek berlangsung, keluarga biasanya menjalani sejumlah tahapan yang berkaitan dengan proses perkawinan. Salah satu yang dikenal dalam adat Minangkabau adalah maresek, yaitu tahap awal ketika keluarga pihak perempuan mendatangi keluarga pihak laki-laki untuk membicarakan kemungkinan hubungan perkawinan. Pelaksanaannya tidak selalu sama di setiap nagari karena tata cara perkawinan mengikuti adat salingka nagari.

Setelah hubungan kedua keluarga disepakati, terdapat tahapan seperti maminang atau meminang. Dalam konteks adat Minangkabau, keluarga perempuan secara adat datang kepada keluarga laki-laki untuk menyampaikan maksud perkawinan. Dalam beberapa daerah, tahapan ini dapat disertai pertukaran tanda kesepakatan antara kedua keluarga.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Menjelang hari perkawinan, keluarga juga mempersiapkan kebutuhan baralek. Persiapan tersebut mencakup makanan, tempat pelaksanaan, pakaian pengantin, serta perlengkapan yang diperlukan untuk menerima tamu. Dalam sejumlah nagari, kegiatan memasak untuk acara besar dilakukan secara bersama-sama melalui tradisi bakureh atau bentuk gotong royong memasak yang sesuai dengan kebiasaan setempat.

Akad nikah menjadi bagian penting dalam rangkaian perkawinan karena pada tahap tersebut pasangan dinyatakan sah sebagai suami dan istri menurut hukum Islam. Setelah akad, baralek dapat dilanjutkan dengan kegiatan adat dan jamuan keluarga. Ada daerah yang melaksanakan acara besar pada hari yang sama, sementara daerah lain memiliki susunan waktu dan kegiatan yang berbeda.

Anak Daro dan Marapulai

Dalam baralek Minangkabau, pengantin perempuan dikenal dengan istilah anak daro, sedangkan pengantin laki-laki disebut marapulai. Keduanya memiliki perlengkapan busana yang dapat berbeda menurut daerah asal keluarga. Perbedaan tersebut terlihat pada bentuk penutup kepala, hiasan, warna pakaian, serta perlengkapan lain yang digunakan dalam prosesi adat.

Di Padang Pariaman, misalnya, anak daro dikenal menggunakan suntiang sebagai salah satu perlengkapan penting dalam busana pengantin. Bentuk suntiang yang digunakan di Pariaman memiliki ciri khas tersendiri dan berbeda dengan variasi hiasan kepala pengantin yang berkembang di daerah Minangkabau lainnya.

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH