BUKITTINGGI - Wako Bukittinggi Erman Safar mengatakan, dalam penyelesaian setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini, membutuhkan kekompakan segenap pemangku kepentingan di kota Bukittinggi.
Sementara untuk memecahkan masalah dalam pendanaan pembangunan Daerah, perlu ditingkatkan kemandirian Daerah dalam pendanaan, salah satunya melalui peningkatan komposisi PAD terhadap APBD.
Hal itu diungkapkkan Erman Safar dalam sambutannya pada pembukaan Forum Konsultasi Publik untuk merumuskan rancangan awal RPJMD Kota Bukittinggi tahun 2021-2026, Selasa (9/03/2021) di auditorium Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Gulai Bancah.
Forum Konsultasi Publik untuk merumuskan rancangan awal RPJMD Kota Bukittinggi tahun 2021-2026 itu dilakukan karena Periodesasi rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Bukittinggi tahun 2016—2021 tahun ini akan berakhir.
Sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan, dalam rangka kesinambungan pembangunan kota untuk lima tahun ke depan, maka diadakan Forum Konsultasi Publik, sekaligus mengakomodir visi misi Wako Erman Safar dan Wawako Marfendi sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih masa jabatan 2021—2024
"Lokomotif pembangunan kota Bukittinggi ada pada sektor pariwisata. Oleh karena itu, kita akan dorong dan arahkan setiap kegiatan di SKPD agar beririsan serta menunjang sektor tersebut," jelasnya.
Kegiatan Forum Konsultasi Publik tersebut juga disertai sesi dialog antara peserta dengan Wako dan Wawako untuk menampung usulan atau masukan para pemangku kepentingan. Kegiatan ini akan berlanjut sampai (Rabu, 10/03/2021) dengan agenda penyusunan strategi perumusan program/kegiatan SKPD yang akan dituangkan dalam RPJMD 2021—2026
( Yus ).
Editor : Berita Minang






