PADANG PANJANG - Tiga puluh menit menjelang pelaksanaan Shalat Jumat (20/11/2020), tepatnya pukul 11.36 WIB, masyarakat di sekitar kawasan Pasar Pusat Kota Padang Panjang dikejutkan suara imbauan dari pengeras suara yang terdengar di beberapa sudut kawasan pasar.
Sontak aktivitas di kawasan pasar terhenti. Pedagang dan pembeli mulai fokus mendengarkan imbauan dari pengeras suara tersebut. Mereka mengira akan ada pengumuman penting hari ini.
Dari pelantang suara itu, terdengar imbauan kepada seluruh masyarakat --khususnya laki-laki dewasa yang beragama Islam-- untuk segera melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di masjid. Serta menghentikan sementara segala bentuk aktivitas saat adzan berkumandang.
Berbeda dengan imbauan-imbauan yang biasa mereka dengar di pasar, biasanya berasal dari suara announcer perempuan dan sesekali lelaki. Kali ini, suara itu, berasal dari suara orang yang rasa-rasa mereka kenali. Dugaan mereka benar. Itu suara walikota mereka; H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano.
"Assalamualaikum warrahmatullahi wa barakatuh. Saya Walikota Padang Panjang mengingatkan, 30 menit lagi waktu ibadah shalat Jumat akan masuk..." Begitu pengumumannya, diiringi kutipan Q.S Al Jumuah Ayat 9.
Ini merupakan kali pertama ada imbauan seperti ini. Biasanya, imbauan untuk segera menunaikan Shalat Jumat dan meninggalkan aktivitas perniagaan ini, dilakukan mobil informasi milik Satpol PP Padang Panjang yang berkeliling di kawasan pasar.
Adanya imbauan ini, membuat kaum muslimin yang sedang melakukan aktivitas, segera berkemas. Menghentikan aktivitas dan bergegas menuju masjid terdekat. Pedagang muslimin, digantikan kaum muslimah. Aktivitas jual beli tetap berlangsung, didominasi kaum ibu-ibu ini.
H. Sidi Zamzali (68), warga Desa Baru, Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat, salah seorang pedagang di pasar pusat, sangat mengapresiasi hal ini. Imbauan yang disampaikan walikota ini sangat bagus sekali.
"Ke depan, hendaknya hal seperti ini terus berlanjut. Ini sangat dibutuhkan dan bermanfaat untuk mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di pasar pusat," katanya.
Editor : Berita Minang






