PADANG PANJANG - Buk Des wanita kelahiran Pitalah, Batipuah, Tanahdatar. Dia memiliki 3 orang anak. Dua laki-laki dan satu perempuan. Suaminya telah meninggal sejak tahun 1995. Kini dia mencari nafkah seorang diri untuk menghidupi tiga orang anak itu.
Sebelum berjualan kue pancuang, dia bekerja menjadi pembuat "katupek pitalah" ketupat terkenal di Sumbar. Setelah berhenti bekerja, timbul ide untuk membuat kue pancuang salah satu makanan tradisional yang sudah jarang ditemui.
Remaja masa kini banyak yang tidak tahu dengan makanan ini. Kue pancuang ini makanan sejak zaman dahulu. Komposisinya terdiri atas gula, garam, tepung beras dan sedikit tambahan kelapa untuk menambah cita rasa.
Kini Buk Des tinggal di Padang Panjang mengontrak sebuah rumah bersama anak perempuannya.
Satu buah kue pancuang dijualnya Rp.500,-. Biasanya berjualan pukul 08.00 s/d 16.00 wib. Keuntungan yang dihasilkan dari berjualan kue pancuang, katanya Rp.50.000, sehari. Kalau hari pekan di hari Senin dan Jum'at lebih dari itu.
Jika ingin membeli kue pancuang Buk Des, bisa datang ke depan pintu masuk pasar ikan Padang Panjang.
(Willi/Ratna)






