IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Soal Netralitas Pilkada, Bupati Solok: Ingat Ada Sanksi Berat Bagi ASN

Bupati Solok H. Gusmal, SE. MM saat menyampaikan Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Pilkada.
Bupati Solok H. Gusmal, SE. MM saat menyampaikan Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Pilkada.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

AROSUKA - Bupati Solok H. Gusmal, SE. MM menghadiri Sosialisasi netralitas Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. Tempat Ruang Solok Nan Indah Kamis (22/10/2020).

Tampak hadir dalam acara Asisten Koor Bid Pemerintahan Edisar, SH. M.Hum. Asisten Koor Bid Administrasi Sony Sondra, SE. M.Si. Para Staf Ahli Bupati. Kepala Inspektorat Kab. Solok beserta Kepala SKPD dan Camat di Lingkup Pemkab Solok. Komisioner Bawaslu Andri Junaidi, MH.

Pada kesempatan tersebut Bupati Solok memaparkan mengatakan, Dalam menghadapi pelaksanaan pilkada serentak nanti, netralitas ASN diperlukan dalam mewujudkan pilkada yang aman, damai dan nyaman, sekalipun sulit untuk mewujudkan sikap netralitas setidaknya kita mampu meminimalisir ketidaknetralan dan keberpihakan

"Mari kita saling memahami jika diantara kita ada keberpihakan, namun demikian kita tidak boleh mendeklarasikan diri atas dukungan terhadap calon, " ujar Gusmal menegaskan.

Gusmal selalu Berharap pengawasan dari bawaslu lebih ditingkatkan dimaksimalkan. Bupati juga menyebut bahwa sanksi terhadap ASN yang melanggar pada pelaksanaan pilkada tahun ini lebih keras dibanding pilkada tahun-tahun sebelumnya

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Jika ada ASN kita yang berpihak terang-terangan menandakan ketidakyakinan terhadap kemampuan dan potensi diri pribadi, " ungkapnya.

Gusnal meminta, Satgas dari bawaslu terus melakukan monitoring serta pengawasan hingga tingkat nagari

Pada kesempatan itu, Komisioner Bawaslu menyampaikan bahwa, Indikasi keterlibatan ASN terhadap keberpihakan pada calon tertentu hingga saat ini sudah cukup tinggi dan berkemungkinan masih akan terus meningkat

Ia katakan, Sedangkan untuk indikasi kerawanan pemilu sudah dilakukan kajian oleh KPU dan Bawaslu jauh-jauh hari demi meminimalisir kemungkinan buruk yang akan terjadi dalam pelaksanaan pilkada

Tidak lupa ia berpesan, agar ASN lebih berhati-hati dalam masa kampanye ini, serta dalam penggunaan sosial media. (Siska)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH