PADANG - Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Ida Fauziyah membuat surat terbuka kepada kepada Serikat Pekerja/Serikat Buruh seluruh Indonesia. Surat ini ditulis setelah maraknya aksi demo penolakan terhadap Omnibus Law RUU UU Cipta Kerja sejak disahkan DPR RI.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Rabu, 7 Oktober 2020, menyampaikan kembali surat terbuka secara utuh, begini bunyinya;
Surat Terbuka Menaker Ida kepada Serikat Pekerja/Serikat Buruh
"Hati Saya Bersama Mereka yang Bekerja dan yang Masih Menganggur"
Kepada teman-teman serikat pekerja/serikat buruh,
Saya berupaya mencari titik keseimbangan. Antara melindungi yang telah bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur, yang tak punya penghasilan dan kebanggaan. Tidak mudah memang, tapi kami perjuangkan dengan sebaik-baiknya.
Saya paham ada di antara teman-teman yang kecewa atau belum puas. Saya menerima dan mengerti. Ingatlah, hati saya bersama kalian dan bersama mereka yang masih menganggur.
Terkait rencana mogok nasional, saya meminta agar dipikirkan lagi dengan tenang karena situasi jelas tidak memungkinkan untuk turun ke jalan, untuk berkumpul. Pandemi Covid masih tinggi, masih belum ada vaksinnya.
Pertimbangkan ulang rencana mogok itu. Bacalah secara utuh RUU Cipta Kerja ini. Banyak sekali aspirasi teman-teman yang kami akomodir. Soal PKWT, outsourcing, syarat PHK, itu semua masih mengacu pada UU lama. Soal upah juga masih mengakomodir adanya UMK. Jika teman-teman ingin 100% diakomodir, itu tidak mungkin. Namun bacalah hasilnya. Akan terlihat bahwa keberpihakan kami terang benderang.
Editor : Berita Minang






