IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Dicoret di Daftar Kafilah Sumbar 2020, Yunia Juara MTQ Remaja Mengadu ke Gubernur Sumbar

Yunia Safitri, Juara MTQ Sumbar 2019 cabang Tilawah Remaja Putri. Foto Rahmadi/Langgam.id
Yunia Safitri, Juara MTQ Sumbar 2019 cabang Tilawah Remaja Putri. Foto Rahmadi/Langgam.id
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Yunia Safitri, juara MTQ tingkat Sumbar cabang tilawah remaja putri harus memupus harapan untuk tampil pada MTQ Nasional nanti. Karena ia tidak mengikuti Training Center (TC) tahap ke 2 karena namanya tersingkir mendadak dari daftar peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2020.

Karena itu, Yunia mengadu kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (12/10). Yunia mengatakan dirinya sempat bertanya apa alasan dia tidak masuk daftar untuk ikut ajang MTQ ke XXVIll tahun 2020 yang digelar November mendatang di Sumbar, namun tidak ada jawaban yang jelas dari pihak panitia.

Sebelumnya, Yunia merupakan juara 1 MTQ tingkat Provinsi Sumbar tahun 2019 cabang tilawah remaja putri utusan kabupaten Dharmasraya.

Menurut informasi sebelumnya, yang akan dikirimkan ke tingkat nasional adalah yang ada namanya dalam daftar TC tahap 2 yaitu tanggal 2 sampai 9 Oktober 2020.

"Jadi nama Yunia hilang karena ada keputusan mendadak atas kesepakatan di tengah jalan. Dengan alasan ada kesepakatan antara pelatih dan pihak LPTQ, itupun penjelasannya kita dapatkan setelah bertanya tanggal 10 Oktober 2020," ujarnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ia menambahkan, selama ini peraih juara 1 bisa dengan otomatis mewakili Propvinsi untuk bersaing ke tingkat Nasional, tapi tidak begitu yang terjadi saat ini. Sementara juara 2 akan menjadi cadangan. Namun saat ini tiba-tiba saja juara 2 yang di SK-kan sebagai perwakilan Sumbar dan bukan dirinya.

Dari hasil pertemuan dengan Gubernur, menurutnya Gubernur langsung memerintahkan agar Kepala Biro Bina Mental Pemprov Sumbar Syaifullah untuk menindaklanjuti aduan tersebut. Pemprov akan mencari tahu apakah semua prosedur dilakukan sesuai aturan yang ada. Ia berharap agar semua penilaian berjalan dengan adil.

"Kata pak Gubernur akan dikaji ulang apa yang terjadi, menelusuri informasi berdasarkan data yang kita berikan," ujar Yunia Safitri yang saat ini merupakan mahasiswa dari Universitas Negeri Padang (UNP). (Fen/Editor)

Sumber: langgam.id

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH