IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Ajakan Walikota Mahyeldi: Mari Kita Teladani Buya Hamka

Wako Padang Mahyeldi tampak berbicara dengan Ketua Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII), Pesantren Modern Terpadu Prof Dr Hamka II, DR. Jasrial, M.Pd.
Wako Padang Mahyeldi tampak berbicara dengan Ketua Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII), Pesantren Modern Terpadu Prof Dr Hamka II, DR. Jasrial, M.Pd.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia saat ini telah membawa hikmah yang beragam bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Tanpa disadari, selain orang tua mengetahui betapa susah mengajar, para guru juga disadarkan bahwa pembelajaran tidak harus dilakukan melalui tatap muka, namun juga bisa dilakukan dengan jarak jauh (daring).

Demikian disampaikan Wali Kota Mahyeldi sewaktu didapuk menjadi pemateri dalam kuliah umum yang diadakan oleh Pesantren Modern Terpadu Prof Dr Hamka II, Aie Pacah Kota Padang, Kamis (10/9/2020).

"Dari krisis ini, banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil, selain para orang tua disadarkan betapa susah mengajar, untuk pertama kalinya para guru bisa melakukan pengajaran melalui online," ujarnya.

Mahyeldi menambahkan, hikmah lain yang bisa dipetik ialah, bahwa para orang tua, guru dan murid harus bersinergi dan menjalin komunikasi yang intens agar pembelajaran yang disampaikan dapat berjalan efektif.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Tanpa adanya kolaborasi guru, murid dan orang tua maka pendidikan dimasa pandemi tidak akan berjalan dengan maksimal. Untuk itu, atas nama Pemko Padang saya berharap bahwa ke tiga pihak ini harus bersinergi agar pendidikan tetap jalan," jelas Mahyedi.

Selanjutnya, inovasi. Mahyeldi menyampaikan, salah satu inovasi yang perlu dihadirkan adalah dengan memberlakukan sekolah alam. Cukup banyak tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan dapat dijadikan peserta didik sebagai media untuk menimba ilmu.

"Misalanya di depan Hotel Grand Inna Padang ada Tugu Gempa dan Museum Aditiawarman, Kemudian kawasan pertanian di Lubuk Minturun, dan tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah lainnya," jelasnya.

Kepada peserta kuliah umum, Mahyeldi berharap, nilai-nilai keteladanan yang dilihatkan seorang Buya Hamka selama masa hidupnya dapat menjadi teladan bagi generasi yang sekarang dan yang akan datang.

"Semoga, melalui upaya ini diharapkan ke depan Sumatera Barat atau Ranah Minang akan terus melahirkan generasi-generasi seperti Buya Hamka selaku tokoh nasional yang taat beribadah dan juga memiliki integritas yang tinggi. Banyak hal positif yang dapat kita ambil dan kita tiru dari kepribadian beliau," imbuh wali kota yang juga seorang da'i tersebut.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH