JAKARTA - Nama Faldo Maldini kini menjadi pembicaraan berbagai kalangan di Sumatera Barat. Baliho besar yang menggambarkan anak muda kreatif lulusan sebuah perguruan tinggi ternama di London Inggris ini, terpajang di jalan-jalan utama Kota Padang dan berbagai lokasi di kabupaten dan kota di Sumbar. Baliho yang bertuliskan: Sumangaik Baru, Faldo Maldini, jadi buah bibir masyarakat, jelang Pemilihan Gubernur Pilkada Sumbar 2020 mendatang.
Yang jelas, kami ingin lahirkan kepemimpinan yang berkualitas. Kalau saya bisa maju, saya bisa uji gagasan semua kandidat secara lebih mendalam. Ini keresahan anak muda Sumbar melihat stagnasi pembangunan. Saya debat sama semua kandidat, sudah saatnya Sumbar punya pemimpin yang memikirkan semua golongan dan punya visi panjang ke depan
Kemudian bekal apo yg dipakai u jadi Gubernur? Bagaimana dengan partai pengusung, apa sudah dijajaki? PSI jelas tidak punya suara yang memadai guna mendukung, apalagi tidak punya kursi di DPRD Sumbar. Sementara syarat calon gubernur, minimal diusung partai dengan 13 kursi di DPRD Sumbar. Apa komentarnya?Kalau sekedar mencari kekuasaan, tentunya partai-partai yang banyak kursinya paling mungkin. Tetapi, kita di sini ingin meyakinkan publik dengan tawaran, pembaharuan budaya politik, Sumangaik Baru. Kalau banyak yang setuju, ayo gabung dengan kami. Di situ, pembuktian partai-partai yang ada kursinya takut sama rakyat atau tidak. Target saya adalah semakin banyak warga yang setuju dengan sumangaik baru.
Ada dua orang Putra Pesisir Selatan yang maju, ketika anda ikut berkompetisi, yakni Bapak Nasrul Abit (NA) yang kini menjadi Wakil Gubernur Sumbar. Apa komentar anda?Pak NA (maksud saya Pak Nasrul Abit) adalah orang tua kita semua. Salah satu putra beliau adalah senior saya. Tentunya sebagai orang tua, Beliau punya harapan besar bagi anak-anaknya, bagi generasi penerus Sumbar. Orang tua yakin anak-anaknya harus lebih baik daripada mereka. Saya yakin beliau setuju dengan tawaran kami, yang ingin budaya politik progresif, yang terbuka, dan dialogis. Pembaharuan budaya politik Sumbar adalah yang terpenting, agar mampu meningkatkan indikator yang sedang terpuruk secara nasional saat ini.
(***) Editor : Berita Minang






