BUKITTINGGI - Wali Kota M.Ramlan Nurmatias, resmikan pemanfaatan kembali 3 (tiga) gedung sekolah/satuan pendidikan yang telah selesai dibangun, sejak 2018 dan 2019,Senin (20/07).
Ketiga gedung baru yang diresmikan itu adalah gedung SD 09 Manggis Ganting, SD 10 Aur Tajungkang Tengah Sawah dan gedung Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF), atau Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta pendirian TK baru, yakni TK Negeri 1 Bukittinggi yang berlokasi di Panorama Baru, Kelurahan Puhun Pintu Kabun. Acara peresmian tersebut dipusatkan di SD 10 ATTS.
Dengan diresmikannya ketiga bangunan itu, adalah sebagai bukti dari pelaksanaan komitmen Pemko untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas pelayanan pendidikan bagi warga masyarakat kota Bukittinggi seperti tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Drs.Melfi, dalam laporannya menyampaikan bahwa proses pembangunan 2 (dua) gedung sekolah formal dan 1 (satu) gedung sekolah non formal tersebut dilaksanakan sejak tahun 2018 dan 2019 dengan biaya pembangunan sebesar Rp8,45 miliar. Adapun total dana yang telah dianggarkan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi untuk peningkatan kualitas pelayanan pendidikan sejak tahun 2017-2020 berjumlah lebih kurang Rp80 milyar berupa pembangunan/rehabilitasi 15 sekolah dan 6 satuan pendidikan.
Disamping melaksanakan misi ke lima dari RPJMD 2016-2021, pelaksanaan pembangunan/rehabilitasi sekolah tersebut juga dalam upaya Pemerintah Kota Bukittinggi memenuhi Standar Pelayanan Minimum dan 8 Standar Nasional Pendidikan.
Lebih lanjut, terkait sistem zonasi yang diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), Wako Ramlan jelasakan bahwa hal tersebut merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam 4 tahun terakhir yang bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama pada setiap siswa untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas sama dan terdekat dari tempat tinggal masing-masing. "Oleh karena itu, Pemerintah Kota berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di kota Bukittinggi, termasuk kualitas penyelenggaraannya sehingga tidak ada lagi sekolah yang diunggulkan, sekolah favorit atau sekolah berstandar internasional dan label-label lainnya terhadap sekolah tertentu," ujarnya.
Wako Ramlan juga ingatkan bahwa tantangan dalam mempersiapkan anak didik semakin berat ke depannya. Menurutnya, anak didik tidak saja cukup dibekali dengan kompetensi dan ilmu pengetahuan namun perlu penguatan dan memupuk nilai-nilai karakter, terutama nilai adat, budaya dan agama.( Yus)







