Bantuan bibit jagung ini akan dikembangkan pada lahan seluas 9.526 hektare, dengan jumlah per-hektarenya 15 kilogram.
"Diantaranya yang bersumber dari pusat seluas 7.551 hektare, terdiri dari dua varietas, bisi 18, dan NK 212. Dari TP Provinsi, 1.975 hektare, masing-masing nya sebanyak 15 kilogram per hektare. Ini tersebar di tujuh kecamatan dari 15 kecamatan yang ada," jelasnya.
Afrizal Kirun, selaku tokoh masyarakat yang juga merupakan utusan dari gabungan kelompok tani se-Kenagarian Indrapura dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, telah mengguncang perekonomian masyarakat.
"Namun hal itu tidak memberikan dampak yang besar terhadap masyarakat petani, terutama sekali petani sawit yang ada di kecamatan Pancungsoal. Saya katakan demikian, sebab itu terlihat dari tingkat kemacetan cicilan pinjaman masyarakat petani terhadap bank," katanya.
Hal itu juga dirasakan oleh masyarakat petani jagung sebagaimana potensi yang dimiliki oleh Pesisir Selatan, termasuk juga di Kecamatan Pancungsoal.
"Saat ini saya juga tengah melakukan kerjasama pemasaran jag laung manis dengan pengusaha. Sehingga bila ada petani yang mengeluh dengan anjloknya harga jagung manis, saya siap untuk membantu mencarikan solusi melalui jaringan yang saya miliki," ujarnya.
"Keberadaan gedung BPP merupakan harapan dan kebutuhan masyarakat Pancungsoal selama ini. Karena kebutuhan, sehingga kita dari nagari menghibahkan tanah untuk pembangunan gedung sebagaimana diresmikan saat ini," ujarnya.
Dia juga berharap kepada kelompok tani yang ada di daerah itu, khususnya di Kecamatan Pancungsoal bisa memiliki SK setingkat kabupaten, bulan hanya setingkat SK wali nagari.
"Tujuannya agar kelompok tani tersebut bisa mendapatkan program pusat, bukan hanya program bantuan dari daerah," harapnya. RND/Je
Editor : Berita Minang






