PADANG ARO - Jika orang yang mengatakan dirinya beriman tapi takut akan cobaan, pada prinsipnya orang tersebut belumlah dinyatakan sebagai orang beriman. Hal ini sekaitan dengan sikap dan prilaku umat dalam menyikapi wabah virus covid-19 di negeri ini.
"Meskipun demikian kita tidak boleh gegabah, tidak peduli. Artinya kita wajib berikhtiar agar selamat dari wabah tersebut" kata Kakan Kemenag Solsel, H. Syamsuir saat pembukaan MATSAMA (Masa Ta'aruf Siswa Madrasah) di Pontren Bustanul Huda Malus, Kecamatan Sangir.
"Kita wajib melaksanakan proses belajar mengajar dalam kondisi apapun, karena umat yang baik tidak terganggu, tidak terlena, tidak boleh was-was menghadapi kondisi apapun karena itulah ciri-ciri umat beriman kepada Allah SWT. Meski demikian kita pula boleh gegabah, atau tidak mengindahkan berbagai himbauan dan larangan yang telah ditetapkan oleh para ahli khususnya, Pemerintah pada umumnya, " tambah H. Syamsuir.
Sementara itu, Kasi Pendis Kamenag Solsel, H. Mahadolok. R menjelaskan bahwa keberadaan Pondok Pesantren di Solok Selatan, pada umumnya terletah di daerah terjauh dari ibu kota Propinsi.
Meski demimian semua pengelolahnya tetap bertekat untuk melaksanakan kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan mengikuti aturan pembelajaran yang sudah ditetapkan Pemerintah, yaitu belajar secara tatap muka, Luar Jaringan (Luring) dan Dalam Jaringan (Daring), " kata Mahadolok.
" Ditengah Tatanan Normal Baru, seluruh pimpinan Ponpes telah bertekat untuk melaksanakan pembelajaran sesuai keadaan meski ditengah keterbatasan," kata Kasi Pendis Kamenag Solsel, Mahadolok. R, Kamis (19/7/2020)
Terkait dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun pelajaran 2020/2021, minat dari masyarakat untuk memasukan putra-putrinya ke Ponpes cukup tinggi, hal ini dibuktikan dengan banyaknya calon santri yang sudah mendaftar ke tiga Ponpes di Solsel, " tambah Mahadolok. R
Sebagaimana lazimnya proses PBM di Ponpes, seluruh santri di inapkan, belajar bersama di masjid, serta melakukan kegiatan halaqah. Semua kegiatan santri itu mengacu pada metide pwmbelajaran yang sudah ditetapkan Pemerintah, seperti cuci tangan, menjaga jarak (physical distancing) dan pakai masker.
Sedangkan Pinpinan Pondok Bustanul Huda Malus, Syarkawi Aziz .mengatakan bahwa pihaknya dalam menyikapi kondisi saat ini, juga telah membuat masker secara mandiri sebagai salah satu Alat Pelindung Diri (APD) yang akan dimamfaatkan seluruh warga Pondok, guru, pegawai, santri dan seluruh orang tua yang berkunjung ke Pondok ini. Selain itu di berbagai sudut ada tempat mencuci tangan.
Editor : Berita Minang






