PADANG ARO - Di tengah masa tatanan normal baru produktif aman Covid-19 (TNBPAC) ini, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bagaimana proses belajar mengajar diberlakukan pada tahun pelajaran 2020/2021
Ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian insan pendidikan sebagai unsur pemegang kuota terbanyak dalam mobilisasi massa.
"Maka untuk bagaimana proses itu dilaksanakan dengan tetap mengikuti aturan protokol kesehatan yang diberlakukan, para tenaga pendidik dan kependidikan perlu dipersiapkan, salah satu melalui kegiatan lokakarya, " kata Sekretaris Disdikpora Solsel, Hj. Asniati, M. Pd saat membuka lokakarya yang dilaksanakan SMP. Negeri 2 Solsel.
Lebih lanjut dikatakannya, metode improvisasi dengan kondisi sekarang dengan penerapan belajar di rumah, peran aktit guru dan orang tua untuk memantau aktifitas siswa sangatlah perlu diperkuat, demikian juga untuk penguatan atas metode belajar harus lebih ditingkatkan.
Dia juga mengapresiasi Kepala SMP Negeri 2 Solsel yang telah melaksanakan kegiatan lokakarya, dalam rangka mempersiapkan tenaga pendidik dan kependidikan yang akan diterapkan dengan dua modelnya, yaitu sistem Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring)
Kegiatan Lokakarya yang temanya " Marangka Dalam Covid-19, Mutu Pendidikan Tetap Ditingkatkan " , digelar selama dua hari. Sedangkan pesertanya semua tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah yang terletak di Kampung Terandam ini, Sabtu (11/7/2020)
Kegiatan ini menjadi penting dilakukan untuk persiapan Tahun Pelajaran 2020-2021, dengan sasaran sinkronisasi program pembelajaran yang telah ditetapkan Pemerintah ditengah tatanan Normal Baru.
Dimana kegiatan PBM yang sudah ditetapkan adalah dengan cara Daring dan Luring. Sehingga guru dituntut untuk mempersiapkan segala kewajiban terkait pembelajaran dengan perangkat Teknogi Informasi (TI)," terang R. Ritta.
Editor :






