Padang-Seminar dalam jaringan Literasi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang dilaksanakan menggunakan video konferensi dan disiarkan melalui youtube pada Selasa (16/6) diikuti oleh peserta dari 25 Provinsi di Indonesia yang terdiri atas mahasiswa, dosen, peneliti, siswa, guru, staf ahli, dan profesi lainnya. Kegiatan Sedaring ini dimoderatori oleh Dr. Wisman Hadi, M.Hum.
Demikian disampaikan oleh Ketua Pelaksana Sedaring Dr. Syamsul Arief, M.Pd., kepada wartawan siang melalui pesawat telepon seluler pada Selasa (16/6) siang setelah kegiatan berlangsung.
Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan Dr. Abdurrahman Adisaputra, M.Hum. dalam sambutannya ketika membuka Sedaring FBS UNIMED yang bertajuk "Literasi Bahasa dan Sastra Indonesia pada Era Kenormalan Baru menyampaikan ucapan terima kasih kepada tiga narasumber yakni Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd. yang merupakan Guru Besar Bahasa Indonesia FBS UNIMED, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. yang merupakan Guru Besar Linguistik dan juga Dekan FBS UNP, dan Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. yang merupakan pegiat literasi UNS Surakarta.
Pada kesempatan itu, narasumber Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd. menjelaskan bahwa era kenormalan baru jelas berdampak pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Untuk itu kata, Khairil Ansari, kita harus belajar menggunakan berbagai aplikasi untuk meningkatkan pembelajaran secara daring.
"Pada masa era kenormalan baru, kita harus semakin giat mengembangkan karya kreatif karena kita sudah didukung oleh kemudahan teknologi digital, kemudahan publikasi melalui media sosial, dan kemudahan cetak dan penerbitan," jelas Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. Dekan FBS Universitas Negeri Padang yang banyak menerbitkan karya sastra yang berasal dari publikasi media sosial.
Selain itu, Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum. seorang pegiat literasi dari UNS Surakarta menjelaskan banyak hal tentang pengalaman pengembangan literasi karena sudah sejak lama bergiat sebagai praktisi pengembangan literasi di Jawa Tengah. (MRC)







