IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Putus Rantai Covid-19, Walikota Bukittinggi: Warga Punya KTP Padang Dilarang Masuk!

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias saat vicom yang dilaksanakan IJTI Sumbar, Rabu malam. Foto Rokcalva
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias saat vicom yang dilaksanakan IJTI Sumbar, Rabu malam. Foto Rokcalva
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

BUKITTINGGI - Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, Kota Padang merupakan daerah pandemi covid-19 di Sumbar. Orang dari Padang dikhawatirkan bisa membawa penyebaran ke Bukittinggi. Untuk itu, Pemerintah Kota Bukittingi, Sumatra Barat (Sumbar) akan menerapkan aturan melarang warga yang ber-KTP Padang masuk ke Bukittinggi, demi mencegh penyebaran Covid-19.

Penegasan ini disampaian Wako Ramlan saat video konferensi dengan wartawan melalui aplikasi daring yang dilakukan IJTI Sumbar, Rabu malam (27/5/2020).

Dilanjutkan Ramlan, ketik orang dengan KTP Kota Padang masuk Kota Bukittinggi nantinya, kita minta dari klaster mana, apabila kami temukan ada kasus positif di lokasi ia tinggal, ia tidak dizinkan masuk. Ini demi kebaikan bersama.

Tak hanya itu, sebut Ramlan, ia juga melakukan aturan ini pada staf dari pemerintahan Bukittinggi akan diberlakukan larangan seperti itu. Ia tidak ingin masyarakat Bukittinggi menderita sakit karena tertular. Saat ini yang sehat harus dipertahankan dan yang sakit akan diobati.

"Kadang kita merasa kasihan, tapi harus dilakukan demi menjaga yang sehat jangan menjadi sakit juga," katanya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ramlan juga meminta kita merubah pola yakni, jangan hanya curiga saja kepada Kota Jakarta, tetapi Padang juga mesti diwaspadai. Sebab telah menjadi pandemi karena ada temuan 300 kasus di daerah tersebut.

Sebelumnya ia juga bertemu dengan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dengan menjaga jarak. Sebab Wagub berkediaman di Padang. Ia juga menyampaikan hal itu kepada Wagub.

Hal itu dilakukan walaupun Kota Bukittinggi ingin keluar dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab kunci perlindungan sebenarnya ada pada perbatasan.

Pihaknya juga mengapresiasi Kota Padang yang menutup orang agar tidak masuk ke daerahnya. Namun diharapkan Pemko Padang juga menutup agar tidak ada yang keluar dari daerahnya. Sehingga tidak bergerak ke daerah lain yang berisiko menyebarkan covid-19.

"Padang sekarang pandemi, Padang menutup ke dalam, seharusnya warga Kota Padang juga tidak ada yang keluar," katanya. MR

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH