PAYAKUMBUH - Sudah 4 hari kita tidak mendengar atau membaca berita adanya video conference (vidcon) antara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh dengan wartawan, biasanya kalau vidcon pasti pengumuman adanya penambahan kasus positif.
Hari ini, Selasa (12/5), Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh dalam hal ini Wali Kota Riza Falepi melalui Kadis Kesehatan dr. Bakhrizal bersama Asisten IIIAmriul Dt. Karayiang dan Kadis Kominfo Jhon Kenedi menyampaikan kabar terbaru dalam video rilis di Aula Randang Balaikota.
"Kasus kita sebenarnya kemaren sudah 14 positif, namun karena 3 warga yang positif berKTP Kabupaten Limapuluh Kota, maka datanya pindah masuk ke Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota," kata Bakhrizal.
Lebih jauh Bakhrizal menyampaikan sampai hari ini tidak ada penambahan positif di Payakumbuh, kasus masih bertahan di angka 11 positif Covid-19.
Kendati Payakumbuh sudah menjadi central kasus untuk Kabupaten Limapuluh Kota dan Agam, upaya yang dilakukan Pemko adalah pelaksanaan traking kasus Covid-19 di Payakumbuh yang tergolong cepat, setiap hari semua orang yang kontak dengan pasien positif diambil sampelnya untuk di tes Swab, hampir 50 orang perhari diambil.
Bakhrizal menyebutkan Pemko ingin mendahului kasus positif, artinya dengan kondisi seperti ini berharap penyebaran dapat di stop dan tak ada lagi kasus positif, kalau bisa kasusnya menurun.
"Jumlah Swab kita sudah diambil 700 lebih, sebagian belum keluar, di labor Unand masuknya sampel sampai ribuan, maka kita menunggu, kalau ada Swab kita yang positif saya pasti langsung ditelpon untuk diberi tahu," ujar Kadis yang akrab disapa Pak Bek ini.
Disisi lain, yang manjadi persoalan adalah seandainya, stop kasus di Kota Payakumbuh apakah akan sukses dan berhasil?
Dijelaskan Bakhrizal dari sisi lain bisa begitu, namun dari sisi yang satunya lagi dengan konsep epidemiologi, saat ini proses penularan belum berakhir, baik di dalam maupun luar kota.
Editor :






