IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pemko Padang Panjang Serahkan Kartu Keluarga Sejahtera

Kepala Dinas Sosial PPKBP3A Drs. Osman Bin Nur, M.Si saat serahkan KKS pada seorang warga.
Kepala Dinas Sosial PPKBP3A Drs. Osman Bin Nur, M.Si saat serahkan KKS pada seorang warga.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG PANJANG - Ditengah wabah yang melanda wilayah Kota Padang Panjang dikarenakan Virus Corona (Covid-19). Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Sosial PPKBP3A menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). KKS tersebut merupakan kerjasama Pemko bersama Bank BRI Cabang Kota Padang Panjang.

Kepala Dinas Sosial PPKBP3A Drs. Osman Bin Nur, M.Si mengatakan bahwa KKS ini merupakan bantuan pangan non tunai yang diberikan kepada warga yang namanya terdaftar dalam DTKS. Setiap bulannya, masyarakat tersebut akan menerima uang senilai 200 ribu rupiah dalam bentuk sembako.

"Bantuan ini tidak bisa di uangkan melainkan akan ditukarkan ke BRI Link yang ada di Padang Panjang, sementara sembako yang bisa ditukarkan seperti beras, telur, sayur, ikan, tidak bisa ditukar dengan minyak goreng maupun sarden," jelas Kepala Dinas Sosial saat memberikan KKS kepada warga Kelurahan Ganting, Jum'at (24/4/2020).

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ada sebanyak 5 warga di Kelurahan Ganting yang mendapatkan KKS ini, begitu juga dengan Kelurahan Kampung Manggis.

"Kami berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik mungkin, dan jaga kartu itu dengan baik, disamoing itu juga kami sampaikan bahwa warga yang menerima bantuan KKS ini, tidak menerima lagi nanti jika ada bantuan dari Pemko terkait wabah Covid," tegasnya.

Dikesempatan itu, Pimpinan Bank BRI Cabang Kota Padang Panjang Yori Ferdian menyampaikan semoga bantuan yang disalurkan dapat membantu warga saat kondisi sedang seperti ini begitupun kedepannya. (RelKom/cg)

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH