PADANG - Stok bahan-bahan yang digunakan untuk melaksanakan uji Covid-19 di Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang sudah mulai menipis. Tak hanya itu, tingginya permintaan pemeriksaan, alat pelindung diri (APD) yang digunakan tenaga ahli yang melaksanakan uji laboratorium juga mulai menipis.
Hal ini dikatakan Andani DR. dr. Andani Eka Putra, M.Sc juga Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand yang juga Kepala Laboratorium Bio Medik yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai salah satu labor penguji Covid-19.
"Kami minta pemerintah mempermudah proses masuknya barang-barang dari luar negeri yang diperuntukkan untuk uji Covid-19 di pelabuhan dan proses di bea cukai. Bila ini terkendala, maka akan berakibat tidak baik bagi penanganan Covid-19," katanya saat online interview dengan wartawan Sumbar lewat aplikasi zoom yang dimotori IJTI Sumbar.
Andani menyatakan fakta ini, usai ia berbicara dengan perusahaan yang menjual bahan-bahan untuk uji Covid-19 itu. Namun demikian, sambungnya, pihak perusahaan akan mengupayakan semua kendala bisa diatasi dan meminta pemerintah memberikan perlakuan khusus, karena barang yang datang tidak barang baru dan sudah standar sesuai dengan aturan yang dikeluarkan Kemenkes RI.
"Seharusnya kendala birokrasi seperti ini diminimalisir dalam kondisi darurat saat ini," komentar Andani.
Ia juga mengakui, untuk saat ini alat pelindung diri (APD) untuk seluruh tenaga ahli yang melakukan uji laboratorium sudah menipis dan stok hanya untuk dua atau tiga hari ke depan saja.
"Pihaknya butuh 24 APD tiap hari dan kini stoknya menipis. Termasuk stok reagen dan bahan yang digunakan untuk uji laboratorium juga menipis," pungkasnya. MR
Editor : Berita Minang






